19 Juni 2017
M. Sikumbang (82 articles)

Waspadai 9 Titik Rawan Di Lintas Lhokseumawe- Aceh Utara

 

Istimewa

Lhokseumawe– Pemudik yang akan menuju Aceh diharapkan berhati-hati saat mengendarai kendaraan di lintasan jalan nasional Lhokseumawe dan Aceh Utara.  Para pengendara perlu mewaspadai 9 titik rawan kecelakaan sepanjang jalan baik arah  dari Medan menuju Aceh maupun sebaliknya.

Lokasi tersebut  yakni di  Kilo Meter (KM) 284 Desa Pusong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara dengan kondisi jalan melingkung tajam. KM 283 Desa Mancang, Kecamatan Samudera Aceh Utara kondisi jalan lurus, sehingga kecepatan kendaraan tinggi.  Kemudian  KM 279 Desa Langa, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara kondisi jalannya melingkung, kecepatan kendaraan tetap tinggi.

Seterusnya, KM 275 Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe kondisi jalan melengkung dan perjembatan.  KM 272 Desa Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe dengan kondisi jalan melingkung dan kecepatan kendaraan tinggi. KM 264  Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe kondisi jalan tikungan patah, kecepatan kendaraan tinggi.

Lalu, KM 264 Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe dengan kondisi jalan tikungan patah, kecepatan kenderaan tinggi.  KM 256 Desa Tambon Baroh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara kondisi jalan melingkung, kecepatan kendaraan tinggi dan KM 247 di Desa Mane Tunong Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara dengan kondisi jalan tikungan tajam, kecepatan kendaraan tinggi.

“Jika pengendara melewati titik-titik itu saya harapkan lebih waspada. Tingkatkan kedisiplinan dan patuhi rambu-rambu yang ada di kawasan tersebut,” kata Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan  dalam keterangannya, Senin (19/6/2017).

Ahzan menyebutkan untuk mengantisipasi kerawanan, pihaknya juga mendirikan 4 posko mudik. Satu pos pelayanan di terminal Bus Kota Lhokseumawe, posko pengamanan di Samudera, Posko Pengamanan di Dewantara serta Posko pengamanan di Muara Batu. Dari 4 posko tersebut, tiga diantaranya berada  di Jalan Medan-Banda Aceh.

Editor : M. Sikumbang

Comments

comments

makan jeruk