7 September 2019
redaksi pelita 8 (3292 articles)

Warga Gampong Ini Jadikan Jengkol Sebagai Penghasilan untuk Kebutuhan Sehari-Hari

ACEH UTAR- Gampong Alue Rambee, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, merupakan salah satu gampong yang banyak menghasilkan buah jengkol. Pasalnya, masyarakat di sana mayoritas pekerjaannya sebagai petani kebun sehingga banyak warga yang menanam jengkol untuk mata pencahrian mereka.

Gampong itu berada sekitar 10 kilometer dari pusat Kecamatan Kuta Makmur. Untuk busa sampai ke gampong tersebut memerlukan waktu sekitar 20 hingga 30 menit dengan menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil. Sepanjang perjalanan terdapat pemandangan hijau berupa perkebunan milik warga, karena sebagian besar Gampong Alue Rambee merupakan perkebunan.

Ketua Kelompok KKN 65 Unimal, Ripai Harahap, mengatakan, hal inilah yang menjadikan sebagian besar warga gampong itu berprofesi sebagai petani. Tanaman perkebunan dominasi adalah pohon jengkol. Jengkol sendiri menjadi primadona utama di gampong tersebut,
jengkol merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak diminati banyak orang dan sangat berpotensi menjadi sumber penghasilan utama warga setempat.

“Dari hasil produksi buah jengkol ini sehingga para ibu rumah tangga bisa memiliki penghasilan dari upah mengupas jengkol. Akan tetapi sampai saat ini produk jengkol dari gampong Alue Rambee dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah dari jengkol tidak ada,” kata Ripai.

Selain jengkol, kata Ripai, buah rambutan juga menjadi komoditas utama di gampong tersebut. Sangat mudah untuk menemukan pohon rambutan di gampong itu, karena hampir di sepanjang jalan terdapat pohon rambutan. Akan tetapi sampai saat ini rambutan dari gampong tersebut hanya dijual dalam bentuk buah segar tanpa diolah terlebih dahulu sehingga tidak ada nilai jual lebih untuk rambutan tersebut.

Sementara para mahasiswa Kelompok KKN 65 itu merupakan dibawah bimbingan Yuli Asbar, S.E.,M.Sc., yang sedang melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong Alue Rambee, Kuta Makmur.

Penulis: Humas Kelompok KKN 65, Fitriani
Editor : Iva

Comments

comments

makan jeruk