26 September 2018
redaksi pelita 8 (2814 articles)

Wapena Aceh Ikuti Pelatihan dan simulasi penanggulangan Bencana

Puluhan jurnalis tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI), mengikuti pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana, di Pulau Kapuk Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (26/9/2018). Doc.BNPB

BANDA ACEH – Puluhan jurnalis tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI), mengikuti pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana, di Pulau Kapuk Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (26/9).

Pelatihan tersebut diikuti 67 jurnalis dari berbagai media massa yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 25 – 27 September 2018.

Peserta pelatihan terlebih dahulu dibekali teori kebencanaan, selanjutnya dilatih cara mendirikan tenda, dapur umum, air bersih, juga water rescue.

Peserta Wapena Aceh dilatih cara mengolah air bersih, mendirikan tenda, dapur umum, juga water rescue oleh Tim BNPB, BPBA dan Basarnas di Pulau Kapuk Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (26/9/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

Para jurnalis juga dilatih melakukan penyelamatan korban yang jatuh dan tenggelam di tengah sungai atau muara laut di Pulau Kapuk Lhoknga, yang dipandu Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Aceh.

Peserta pelatihan dilengkapi pelampung yang kemudian salah seorang jurnalis berperan sebagai korban tenggelam dijatuhkan ke dalam sungai tersebut. Lalu tim Basarnas dan sejumlah jurnalis lainnya menolong korban tenggelam dengan menggunakan perahu karet.

Kabid Humas BNPB Rita Rosita mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan wartawan dalam masalah kebencanaan. Kita lakukan tidak hanya teori, melainkan juga praktik lapangan,” kata Rita.

Rekan jurnalis mempunyai peran besar dalam penanganan bencana alam, tidak sekadar menyampaikan informasi bencana, juga ikut mensimulasi dan memobilisir bantuan, serta berbagai kebutuhan korban bencana.

“Untuk itu, kita membekali para wartawan tentang konsep dan karakteristik kebencanaan, penanganan tanggap darurat bencana, dan proses rehabilitasi sosial korban bencana,” ujar Rita.

Rita menambahkan, BNPB menghadirkan sejumlah pamateri berskala nasional dan internasional untuk memberikan pemahaman tentang peliputan kebencanaan berbasis media cetak, elektronik dan online. Materi yang diberikan itu baik bersifat indoor (dalam ruangan) maupun outdoor.

Penulis : Zielva
Editor  : Rahmat Mirza

Comments

comments