12 November 2017
redaksi pelita 8 (2313 articles)

Wakil Wali Kota; Lauching Rapai Uroeh Sebagai Ikon Seni Budaya Kota Lhokseumawe

Atraksi Rapa-i Uroeh yang ditabuh 400 seniman tradisi tampil memukau dalam acara Launching Ikon Seni Budaya Kota Lhokseumawe di Lapangan Hiraq, Minggu (12/11/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Atraksi 400 orang penabuh Rapai Uroeh melakukan penabuhan Rapai Uroeh atau alat musik tabuh tradisional Aceh secara bersama-sama dengan irama yang serentak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Kota Lhokseumawe dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Kegiatan Rapai Uroeh tersebut secara resmi dibuka, sekaligus lauching ikon Seni Budaya oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Minggu (12/11) sore.

Turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, Kepala Bank Indonesia perwakilan Lhokseumawe, Yufrizal, Dandim Aceh Utara Fadjar Wahyudi Broto, Ketua DPRK Lhokseumawe M Yasir Umar, Kajari Lhokseumawe Mukhlis, Paspotmar Lanal Lhokseumawe Mayor Laut (P) Suhastodan Ketua Dewan Kesenian Kota Lhokseumawe Nazaruddin.

Wakil Wali Kota dalam sambutannya mengajak semua masyarakat Lhokseumawe menjaga dan melestarikan seni budaya indatu sebagai benteng masuknya seni budaya luar yang merusak.

Atraksi Rapa-i Uroh yang ditabuh 400 seniman tradisi tampil memukau dalam acara Launching Ikon Seni Budaya Kota Lhokseumawe di Lapangan Hiraq, Minggu (12/11/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

“Kegiatan seperti ini harus sering diadakan, baik oleh pemerintah maupun oleh lembaga pegiat seni. Tujuannya, selain untuk menarik minat kunjungan wisata untuk mendukung program pemerintah juga menambah pendapatan pedagang kecil dan saya yakin sektor lainnya juga akan bertambah,” tambahnya.

Sementara itu, sebanyak 26 grup Rapai yang ada di Kota Lhokseumawe, mengambil bagian pada even tersebut. Namun launchingnya baru dilaksanakan sekarang yang dilakukan oleh 400 penabuh, kata Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Lhokseumawe Nazaruddin.

Acara berlangsung mulai dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, sebelum atraksi rapai, perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI) menyerahkan sertifikat pemecahan rekor tas motif Aceh terbesar kepada kepala Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe Yufrizal.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Zielva

Comments

comments