21 September 2018
redaksi pelita 8 (2814 articles)

Wakasad : Generasi Muda Harus Jadi Agen Of Change

Lhokseumawe – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman mengungkapkan generasi muda harus mampu menjadi Agent of Change dan memiliki wawasan kebangsaan dalam menghadapi kompetisi global.

Hal ini diungkapkan Wakasad dalam Seminar Nasional digelar oleh TNI Angkatan Darat di Markas Lembah Tidar Akademi Militer, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (20/9/2018). Sementara pesertanya di ikuti perwakilan mahasiswa Se Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yokyakarta, Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol.

Selain itu, Wakasad mengingatkan agar generasi muda selalu siap menghadapi perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar dibidang politik, ekonomi dan Hankam (pertahanan dan keamanan) seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

Lanjutnya, kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan berbagai kejahatan transnasional, termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga.

Sedangkan di dalam negeri, ditengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa.

Wakasad berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta mengembangkan bentuk idealisme yang teguh.

“Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally,” Jelasnya Wakasad.

Menyadari fenomena era modern tersebut, Wakasad mengutip pernyataan tokoh nasional yakni Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

“Kita rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya”, Tegas Wakasad.

Sebelumnya, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya
literasi baru dalam menghadapi persaingan global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/ FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc.(Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum.

Dalam seminar tersebut hadir Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya. (Rel)

 

Comments

comments