13 Juli 2017
redaksi pelita 8 (2059 articles)

Wagub Aceh: Minta Masyarakat Secara Sinergi Memutuskan Jaringan Bisnis Narkoba

Pelita8.com- Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (kanan) memusnahkan barang bukti sabu-sabu dari tersangka BNN usai upacara memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Halaman Kantor Gubernur, Kamis 13 Juli 2017. BNN Provinsi Aceh memusnahkan 2.193 gram sabu-sabu dan 111 kg ganja kering.

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (13/7/2017).

Dalam amanatnya, Menkopolhukam mengungkapkan, perlawanan terhadap narkotika menjadi semakin berat dengan maraknya peredaran zat psikoaktif baru yang berbahaya, yang harus menjadi perhatian sangat serius dari seluruh elemen masyarakat.

“Menurut UNODC, telah ditemukan 644 zat baru bersifat psikoaktif. Di Indonesia, zat psikoaktif baru yang teridentifikasi berjumlah 65 zat. Namun di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika baru diatur sebanyak 43 jenis. ini merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.”

Untuk mengatasi dampak negatif terhadap massifnya gempuran zat-zat psikoaktif baru, Wagub menghimbau agar masyarakat turut berperan melalui pemberdayaan keluarga-keluarga, sebagai benteng pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Pencegahan merupakan langkah yang efektif untuk membangun kesadaran setiap individu agar tidak memulai menyalahgunakan narkotika dan tidak ikut dalam jaringan peredaran gelap narkotika. Perlu dilaksanakan upaya pencegahan secara masif, berkesinambungan dan bersinergi di setiap lingkungan tempat tinggal.”

Selain pencegahan, sambung Wagub, pemberantasan jaringan narkotika dan rehabilitasi pecandu perlu dilaksanakan secara sinergi untuk memutus jaringan bisnis narkotika.

Beberapa langkah yang telah dilakukan sejumlah lembaga tersebut adalah dengan menggelar operasi bersama penutupan celah penyelundupan narkoba, pemberdayaan generasi muda secara lebih kreatif, serta pengawasan dan operasi bersama di lembaga pemasyarakatan.

Upaya lain yang teruus dilakukan adalah dengan penguatan lembaga rehabilitasi, upaya pemerintahan daerah melakukan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, dan penguatan peraturan perundang-undangan, “Pungkasnya

 

Editor : MS

Comments

comments