12 November 2018
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Untung Sangaji Bicara Bahaya Radikalisme dan Terorisme Kepada Mahasiswa Unimal

Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh mengngelar kajian ilmiah dan diskusi publik tentang Radikalisme dan Terorisme Serta penanggulangannya dengan menghadirkan Keynote Speaker AKBP Ir.Untung Sangaji di Kampus Bukit Indah Unimal, Lhokseumawe, Senin (12/11/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Wakil Direktur Polair Polda Sumatera Utara, AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata, lebih dikenal dengan nama AKBP Untung Sangaji mengisi kajian ilmiah dan diskusi publik bersama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal), di Hall Cut Meutia Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (12/11).

Tampil sebagai pembicara utama, Mantan Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji mengupas tentang radikalisme dan terorisme serta penanggulangannya, serta memberikan pembekalan antiteror dan desain GPS atau alat pelacak.

Untung Sangaji mengatakan, penyuluhan tentang bahaya radikalisme kepada mahasiswa itu sangat penting. Pasalnya, paham dan doktrin salah dari teroris dinilai berpotensi memengaruhi generasi muda, sehingga penting memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa supaya dapat terhindari dari radikalisme tersebut.

AKBP Untung Sangaji memperlihatkan campuran belerang dan soda api yang dapat membahayakan dan jenis bahan terlarang digunakan kepada para mahasiswa saat menjadi Keynote Speaker diskusi publik tentang Radikalisme dan Terorisme Serta penanggulangannya Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Senin (12/11/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

“Karena radikalisme itu suatu perbuatan yang tidak pantas. Apakah dibenarkan dengan ngebom dan menyakiti orang yang tidak berdosa akan masuk surga? Kita menghabisi nyawa orang dengan sebuah benda peledak terus kemudian kita masuk surga?” kata Untung Sangaji yang pernah melumpuhkan teroris di dekat Sarinah, Jakarta, pada tahun 2016 lalu.

Untung Sangaji turut menyampaikan kepada para mahasiswa bagaimana ciri-ciri benda berbahaya seperti bom. Oleh karena itu, kata dia, apabila ditemukan benda diduga bahan peledak, mahasiswa berkewajiban melaporkan kepada pihak kepolisian.

Penulis : Zielva
Editor  : R Mirza

Comments

comments