8 April 2019
redaksi pelita 8 (3015 articles)

Unimal Gelar Seminar Tentang Industri Hulu Migas

LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) bekerja sama dengan SKK Migas, BPMA, Zaratex N.V., dan Triangle Pase Inc., menggelar seminar publik dengan tema “Sinergitas BPMA dengan Pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Mendorong Percepatan Investasi Hulu Migas di Aceh” di Aula Meurah Silue Kampus Pascasarjana, Lhokseumawe, Senin (8/4/2019).

Keynote speaker yang dihadirkan yaitu, Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Radhi Darmansyah, Deputi Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, External Relation Specialist Zaratex N.V., Mardy Gaharu, dan Triangle Pase Inc, Sakti Alamsyah.

Turut hadir Plt. Kepala BPMA Dr. Azhari Idris, Rektor Unimal Dr. Herman Fithra, Rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Hafifuddin, Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe Rizal Syahyadi, Pimpinan Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe Nur Sa’adah, pihak PT PHE NSB dan sejumlah undangan lainnya. Seminar itu juga diikuti mahasiswa Unimal, IAIN Lhokseumawe, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Rektor Unimal Dr. Herman Fithra mengatakan, seminar ini untuk mengedukasi para mahasiswa atau generasi penerus bangsa yang konsentrasi di dunia migas. Sehingga mereka mendapat pemahaman bagaimana mekanisme kerja dari SKK Migas dan BPMA serta terkait pengembangan migas ke depan.

Pihak BPMA juga melihat di mana nantinya pada tahun 2027 Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh akan berakhir. Maka mereka menilai untuk pembiayaan Aceh harus dicari sumber lainnya dan salah satunya adalah menggali potensi migas yang ada,” kata Herman Fithra kepada para jurnalis di sela-sela seminar tersebut.

Hasil diskusi Unimal dengan SKK Migas survei awal memperlihatkan di Blok Andaman III lepas pantai Aceh, ditemukan cadangan migas, yang kandungannya hampir menyamai era Blok Migas Aceh dikelola Mobil Oil Indonesia dengan operator pengolahan LNG, PT Arun. “Kabarnya dalam waktu dekat akan dilakukan pengeboran untuk melihat berapa besar kandungannya,” kata Herman.

Apabila ke depan BPMA dan kegiatan investasi migas tersebut berjalan dengan baik, maka mahasiswa kita nantinya akan diberi kesempatan besar untuk berkiprah di dunia industri migas. Jadi, kita harapkan agar ke depan mereka bisa menguasai ilmu migas.

Unimal sudah melakukan MoU dengan BPMA, jika nantinya dibutuhkan tenaga kerja maka BPMA mengutamakan putra daerah. Karena ke depan akan membutuhkan banyak tenaga kerja untuk melakukan pengeboran dan lainnya.

“Pihaknya juga sudah diskusi dengan SKK Migas, kita harapakan mahasiswa nantinya diberikan kesempatan magang diseluruh Indonesia di kawasan migas. Sehingga mahasiswa bisa terbuka wawasan berpikir yang luas dalam berkiprah di dunia industri migas,” pungkas Rektor Unimal.

Selain itu, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris, menilai edukasi industri hulu migas yang digelar di Unimal itu penting untuk mengedukasikan mahasiswa, dan memberikan informasi kepada publik tentang kegiatan migas di Aceh. “Kita harapkan ke depan semua industri migas yang ada di Aceh bagaimana bisa mempekerjakan para alumni kampus di sekitar,” ujar Azhari. (RM)

Comments

comments