12 November 2018
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Tunaswisma di Imbau Segera Kosongkan Bangunan Pasar Buah Pusong

 

Sejumlah bong sabu ditemukan dalam kompleks Pasar Buah, Kota Lhokseumawe, Minggu (11/11/2018). Lokasi itu dijadikan tempat tinggal tuna wisma di Lhokseumawe. Pelita8/ Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Bangunan Pasar Buah di Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sudah rampung sejak 2015 lalu dibangun oleh Pemerintah setempat sudah terlihat terbengkalai.

Bangunan tersebut saat ini dimanfaatkan tunawisma yang dari luar Kota Lhokseumawe untuk ditempati. Selain terlihat kumuh, tersebut juga mengeluarkan bau yang tak sedap.

Aparatur Gampong Pusong didampingi personil kepolisian dari Polsek Banda Sakti mendatangi bangunan itu dan serta memberi imbauan agar tempat tersebut harus segera dikosongkan.

“Iya benar, kita imbaukan kepada tunawisma tersebut harus segera mengosongkan tempat tersebut,” Kata Ketua Tuha Peut Gampong Pusong, Abdullah kepada awak media, Minggu (11/11/2018).

Abdullah menambahkan alasan lokasi tersebut harus segera ditinggalkan karena tempat itu kerap dijadikan tempat untuk melakukan kejahatan.

“Kami sudah beberapa kali meminta mereka untuk pindah, agar gedung ini bisa diperbaiki karena sudah mulai rusak, namun mereka hanya mendengar, tapi tidak menjalani apa yang diperintahkan,” kata Abdullah.

Bahkan disaat dan mengeledah tempat tersebut, kita lihat banyak dijumpai bong sabu disini, ada yang diduga baru siap mereka gunakan.

Menurutnya, warga sudah mengirimkan surat kepada Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya untuk meminta serah terima gedung itu agar segera difungsikan, namun hingga kini belum ada jawaban yang pasti dari pihak pemerintah.

Selain itu isi gedung ini sudah banyak dicuri, seperti plafon, besi, seng dan beberapa lainnya.

“Bila tidak difungsikan maka saya yakin tidak lama lagi akan hancur total. Maka itu, kami berikan mereka waktu sampai hari Rabu, bila mereka belum pindah juga, kita terpaksa akan menggusurnya,” tegasnya.

Penulis : Mul
Editor  : Khaidir Mg

Comments

comments