5 Maret 2018
redaksi pelita 8 (2698 articles)

TNI AL Tangkap Kapal Penyeledupan Barang Ilegal dan Ayam Jago dari Thailand

Dalanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal didampingi Bea Cukai Lhokseumawe Suparyanto, Kepala stasiun karantina pertanian kelas I Banda Aceh drh.Ibrahim dan sejumlah perwira Lanal memperlihatkan barang bukti Pakan Ayam dan Obat Ayam sebanyak 2 Ton, Pakaian Testil 8 Ton seledupan dari Thailand di Pelabuhan Krueng Geukueh, Senin (5/3/2018). Dalam penangkapan tersebut KAL Bireuen milik TNI AL Lanal Lhokseumawe juga mengamankan KM. Jaya Abadi I Ton dan 5 ABK asal Aceh Tamiang dan Ayam Jago Thailand yang diseledupkan sebanyak 210 ekor di Perairan Aceh Tamiang. Pelita8/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) I Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe, berhasil menangkap kapal yang memuat barang ilegal dari Pelabuhan Satun Thailand.

Tim WFQR 1 Lanal merupakan jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dengan menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Bireuen II-1-63 Lanal Lhokseumawe dengan Komandan KAL (Dankal) Lettu Laut (P) Yulianto, Sabtu (3/3/2018) menangkap KM Jaya Abadi I di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Aceh Tamiang pada koordinat 4° 37′ 406” U – 098° 38′ 077” T bersama lima anak buah kapal (ABK). Kelima ABK KM Jaya Abadi I yakni MN, SY, AM, SA dan SU, mereka semuanya warga Aceh Tamiang.

“Penangkapan kapal motor itu, berawal saat KAL Bireuen yang sedang melaksanakan patroli laut di sekitar perairan Aceh Tamiang, melihat sebuah kapal kargo kayu yang melakukan gerakan mencurigakan. KAL Bireuen langsung melakukan pemeriksaan dan mendekati kapal motor tersebut sekaligus menghentikannya,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal saat konferensi pers di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Senin (5/3/2018).

Dalanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal didampingi Bea Cukai Lhokseumawe Suparyanto dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas I Banda Aceh drh.Ibrahim memperlihatkan barang bukti Ayam Jago Thailand yang diseledupkan sebanyak 210 ekor di Kantor Karantina Pertanian, Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Senin (5/3/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

Lanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan didalam kapal kargo kayu tersebut, membawa sejumlah barang muatan 210 ekor ayam jago aduan dalam sangkar, pakan ayam dan obat-obatan ayam sebanyak 2 ton serta pakaian jadi (tekstil) sebanyak 8 ton dari Thailand.

Kapal kayu yang memiliki tonase GT. 35 QQd No. 331 tersebut, dinahkodai oleh M. Nur warga Aceh Tamiang. Sedangkan mengenai dokumen kapal berikut barangnya tidak ada.

Ia menjelaskan, bahwa KM Jaya Abadi I, dengan kepemilikan Zuliansir itu, berlayar tanpa dilengkapi dokumen yang sah diantaranya Surat persetujuan berlayar, Data Manifest Barang, Surat Ijin dari karantina hewan, Surat Ijin Kepabean, Surat Ijin Expor Impor Barang Muatan dan Daftar Awak Kapal/ Crew List tidak sesuai serta Sertifikat Kelaikan Kapal.

Dalam crew list enam orang akan tetapi yang ada hanya lima orang. Sedangkan surat persetujuan berlayar dan juga sertifikat kelaikan kapal, keduanya nihil.

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh kapal dimaksud, maka pihaknya berkordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti bea cukai dan juga pihak karantina pelabuhan untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan kapal dan sejumlah barang buktinya tersebut saat ini berada di Dermaga Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, dibawah pengawasan Lanal Lhokseumawe.

Sementara untuk nakhoda dan ABK Kapal Jaya Abadi I, sedang dilakukan pemeriksaan di Mako Pomal Lanal Lhokseumawe. Sedangkan ayam ditempatkan di Kantor Karantina Pertanian Pelabuhan Krueng Geukueh.

Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Suparyanto, mengapresiasi Lanal Lhokseumawe terhadap pengagalan penyelundupan barang dan hewan dari luar negeri tersebut.

“Karena selain dapat merugikan negara dari segi pendapatan bea masuk juga berbahaya karena belum melalui proses pengujian dan juga izin edar. Apalagi terkait dengan obat-obatan ayam,” pungkas Suparyanto.

Sementara itu, Kepala Karantina Aceh, drh Ibrahim mengatakan, pihaknya masih menunggu pelimpahan ayam jago asal Thailand tersebut oleh Lanal Lhokseumawe. Jika sudah dilimpahkan, petugas akan memeriksa kondisi ayam tersebut, untuk mengetahui apakah berpenyakit atau tidak.

“Jika berbahaya, tentu ayam tersebut akan dimusnahkan. Namun, jika tidak berpenyakit, ayam jago itu akan dilelang sesuai dengan aturan,” pungkas drh Ibrahim.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Fazil

Comments

comments