16 Februari 2018
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Tinjau KEK Arun Lhokseumawe, IRWANDI Minta Utamakan Putra Daerah

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memimpin rapat pertemuan kesiapan KEK Arun Lhokseumawe dengan sejumlah petinggi konsorsium BUMN pemilik saham pada KEK Arun Lhokseumawe di kawasan eks. Kilang Arun, Jumat (16/2/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meninjau komplek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe di kawasan eks. Kilang Arun, Jumat (16/2/2018).

Kedatangan Gubernur yang didampingi Asisten II Taqwallah disambut sejumlah petinggi konsorsium BUMN pemilik saham pada KEK Arun. Selain itu, turut hadir bersama rombongan Gubernur yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Iskandar, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf (Sidom Peng), Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad, serta Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji,

Peninjauan itu dilakukan hanya beberapa hari pasca penandatanganan Kerjasama kegiatan Operasional Barang Milik Negara, antara Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) dengan PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA) selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun KEK Arun di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Jakarta, Senin lalu.

Sebelumnya, saat berbicara di hadapan Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution di Jakarta, Gubernur juga mengatakan diperlukan sosialisasi lebih detail oleh Kementerian Keuangan tentang Peraturan Pemerintah Nomor 96 tahun 2015 tentang Fasilitas dan insentif di KEK, serta perlu adanya perhatian khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan tentang Pembangunan Infrastruktur di luar kawasan KEK yang merupakan tanggungjawab Pemerintah, mulai dari bandara, jalan nasional dan fasilitas infrastruktur lainnya.

Dengan ditandatangani MoU tersebut KEK Arun Lhokseumawe sudah mulai dapat beroperasi.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, saat ini terdapat empat lembaga selaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pertamina, PT Pelindo I dan PDPA. Keempat PT tersebut telah membentuk Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK, di mana PT Patriot Nusantara Aceh selaku pembangun dan pengelola. Perusahaan ini telah resmi berkantor di kawasan eks. Kilang Arun.

KEK Arun Lhokseumawe memiliki total luas lahan 2.622,48 Ha, termasuk 906,32 Ha lahan kosong, terdiri dari milik PT Arun seluas 540 ha, milik PT Pertamina/ Humpus Aromatik seluas 81 ha, PT Pelindo I seluas 17,82 ha, PT PIM seluas 126,5 ha, PT AAF seluas 91 ha dan PT KKA seluas 50 Ha.

Sejumlah ketentuan terkait KEK Arun Lhokseumawe, semua lahan dan aset sebaiknya diserahkan kerjasamanya pada BUPP yang dikelola oleh PT PATNA, sehingga Investor langsung berhubungan satu atap dengan BUPP.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berfoto bersama usai rapat pertemuan kesiapan KEK Arun Lhokseumawe dengan sejumlah petinggi konsorsium BUMN pemilik saham pada KEK Arun Lhokseumawe di depan pamplet PT PATNA, Jumat (16/2/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

“Gubernur berharap Kehadiran KEK Arun dapat mensejahterakan masyarakat Aceh. KEK Arun agar dikelola secara profesional menjadi contoh terbaik bagi KEK lain di seluruh Indonesia. Sehingga menjadi sumber excellent, manajemen excellent, fasilits excellent, rumah sakit yang dibangun excellent, semuanya excellent, jangan sampai aset ini menjadi dakwa dakwi,” ungkap Irwandi Yusuf.

Pada kesempatan itu Gubernur juga secara khusus meminta perekrutan tenaga kerja untuk mengisi berbagai posisi nantinya agar mengutamakan putra daerah. Khususnya untuk posisi-posisi yang mampu dikerjakan oleh putra-putri daerah. “Utamakan putra daerah, jangan bawa pekerja dari luar,” tegas Gubernur.

Selain itu, Gubernur berharap pada semester II tahun tahun 2018 ground breaking proyek-proyek di KEK Arun Lhokseumawe sudah dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Fazil

Comments

comments