24 November 2018
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Tidak Kebagian Gas Melon, Warga Mengamuk

Sejumlah warga emosi dan berteriak meminta agar pemilik pangkalan UD Herianti mengeluarkan tabung gas yang tersisa di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu malam (24/11/2018).

LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga mengamuk di pangkalan LPG 3 kg UD Herianti, karena dianggap melakukan penipuan jual beli dengan mencopot penutup tabung gas di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu malam (24/11).

Warga yang lelah mengantre dari sore hari baru mendapat pasokan gas LPG 3 Kg dari pihak Agen PT. Kaneubi Rahmat Raseuki sebanyak 150 tabung gas masih bersegel tutupnya sekitar pukul 19.30 WIB. Mirisnya, saat antrian hanya tersisa 15 orang, pemilik pangkalan mematikan lampu dan menutup pintu pangkalan tanpa memedulikan pembeli yang tersisa.

Sikap pemilik pangkalan ini membuat sejumlah warga emosi dan berteriak meminta agar pemilik pangkalan mengeluarkan tabung gas yang tersisa. Salah seorang di antaranya Mursyidah langsung menerobos masuk ke dalam toko dan membawa tiga tabung gas berisi penuh namun tutupnya tercopot.

“Mereka bilang gasnya sudah habis, tapi ini masih penuh. Saya tidak terima perlakuan mereka, ini penipuan untuk rakyat miskin,” ucap Mursyidah sembari memperlihatkan tabung gas yang disitanya.

Beberapa saat kemudian, tampak Kasat Polair Polres Lhokseumawe Ipda Saiful Bahri menyambangi lokasi kejadian dan sempat terjadi adu pendapat dengan Mursyidah yang ternyata mantan karyawan di pangkalan tersebut.

“Long kunek peublo gah singoh, pu urusan kah(saya mau jualan gasnya besok,apa urusam kamu),” ucap Saiful, pemilik pangkalan gas, dengan nada tinggi.

Di hadapan masyarakat dan awak media Saiful juga sempat memarahi Mursyidah sambil menunjuk wajahnya dengan jari.

“Dulu pangkalan ini punya Saiful, tapi sekarang sudah dijual,” ucap Mursyidah kepada awak media.

Ia juga menjelaskan saat dulu dirinya bekerja di pangkalan tersebut, pemilik pangkalan kerap melakukan kecurangan dengan modus membuka tutup tabung gas yang masih berisi dan mengatakan kepada warga bahwa stok gas melon sedang kosong.

“Biasanya gas itu dijual ke luar sama mereka, diambil waktu tengah malam. Saya dipecat karena sering memberi info sama warga jadwal pemasokan gas ke pangkalan,” pungkasnya. (RM)

Comments

comments