23 November 2018
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Temuan Bong Sabu di Pasar Pusong, Ini Respon Walikota Lhokseumawe

Sejumlah bong sabu ditemukan dalam kompleks Pasar Buah, Kota Lhokseumawe, Minggu (11/11/2018). Lokasi itu dijadikan tempat tinggal tuna wisma di Lhokseumawe. Pelita8/ Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya menertibkan pemukiman kumuh di kompleks Pasar Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Penertiban tuna wisma disebutkan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah saat ini mengimbau agar tuna wisma meninggalkan bangunan itu atas kemauan sendiri.

Setelah penertiban, Suaidi berencana membangun pos satuan polisi pamong praja untuk menjaga kompleks itu tidak lagi dihuni tuna wisma, ujar Suaidi, Jumat (23/11).

Pernyataan itu merespon pemberitaan terkait temuan bong (alat isap sabu-sabu) di pemukiman kumuh pasar tradisional Pusong Kota Lhokseumawe baru-baru ini.

Suaidi menjelaskan, bangunan pasar itu rampung 2015 lalu dan belum difungsikan untuk pedagang.

Pasalnya, pedagang mengeluh lokasi itu tidak didatangi konsumen dan memilih berjualan di pinggir jalan.

Menurut Suadi, kendala belum difungsikannya bangunan tersebut karena para pedagang enggan berjualan di lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah dengan alasan kekurangan konsumen.

Dia juga memikirkan opsi bangunan pasar itu akan difungsikan untuk kegiatan lainnya. Terpenting lokasi itu bersih dan tidak kumuh lagi.

“Misalnya nanti bangunan itu bisa digunakan untuk acara masyarakat. Namun saya masih memikirkan opsi alih fungsi gedung itu dari pasar ke fungsi lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan bangunan dua lantai di kompleks Pasar Pusong, Lhokseumawe, dijadikan tempat tuna wisma.

Di bangunan itu ditemukan puluhan bong (alat isap sabu-sabu) serta diduga sebagai salah satu lokasi transaksi narkoba. (RM)

Comments

comments