12 November 2017
redaksi pelita 8 (2313 articles)

Tas Raksasa Motif Aceh Milik BI Lhokseumawe Masuk Rekor MURI

Manager MURI (Museum Rekor Indonesia) Andre Purwardono mengukur kembali Tas Motif Aceh, turut disaksikan oleh Staf Humas Bank Indonesia dan Seniman Aceh Joel Pase di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Minggu (12/11/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Replika tas bordir motif Aceh milik Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe masuk rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Penyerahan piagam rekor muri Tas Motif Aceh diserahkan oleh Manager MURI (Museum Rekor Indonesia) Andre Purwardono kepada Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal di Lapangan Hiraq, bersamaan dengan acara launching rapai uroeh sebagai ikon seni budaya Kota Lhokseumawe, Minggu (12/11) sore.

Tas ini dibuat oleh perajin dari kelompok Sirkatun Nisa binaan BI Lhokseumawe di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.

Dimana tas tersebut sesuai hitungan pihak MURI, memiliki panjang 3,28 meter, tinggi 1,57 meter, lebar tengah 1,67 meter dan lebar alas 1,45 meter. Sedangkan tas tersebut menghabiskan bahan kain Prada 27 meter, kain lapis kawat 25 meter dan kain krah 6,5 meter.

Untuk benang, jenis ekstra 36 gulung, rakit 10 gulung dan perekat dua gulung. Butuh waktu tiga bulan membuat tas sebesar itu, kata Yufrizal.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Zielva

Comments

comments