Selama Pandemi, Permintaan Bibit Lele Di Lhokseumawe Melonjak Tinggi

LHOKSEUMAWE – Selama pandemi Covid-19, permintaan benih bibit lele mengalami permintaan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut sejalan dengan harga ikan lele konsumsi di pasaran yang melonjak tinggi, selain itu juga dengan berjamurnya rumah makan pecel lele di sudut Kota Lhokseumawe.

M.Rizal pemilik usaha pembimbitan ikan air tawar di Kota Lhokseumawe mengatakan selama pandemi covid-19 permintaan benih ikan lele mengalami kenaikan, pada kondisi normal permintaan benih ikan lele jenis sangkuriang mencapai 100 ribu per pekan dan selama berapa bulan terakhir ini 200 ribu lebih, Kamis (31/12/2020)

Menurutnya, sebelum pandemi permintaan lele hanya didominasi oleh pembudidaya namun saat ini mulai banyak diminati oleh warga untuk mengisi kesibukan di tengah virus corona ini.

Lebih lanjut disebut Rizal, benih ikan lele yang di jual berukuran 7-8-9 Cm dengan harga per ekor Rp 350, biasanya warga yang memiliki angkat kematian sekitar 10 hingga 20 persen dengan masa budidaya 3 bulan akan panen.

“Saat ini Teknik budidaya ikan lele sangat mudah dengan memanfaatkan kolam terpal, beton dan ember. Sedangkan untuk pakan para pembudidaya bisa menggunakan pakan alternatif selain pellet,” kata Rizal.