25 Januari 2019
redaksi pelita 8 (3017 articles)

SBY Ajak Masyarakat Kampung Nelayan Rawat Perdamaian

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) usai makan siang bersama, SBY menyapa warga dan para nelayan di Kawasan Pondok Bahari, Kota Lhokseumawe, Jumat (25/1/2019). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersilaturahmi dengan masyarakat dan para nelayan di kawasan Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, untuk menyapa ratusan warga kampung nelayan.

SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono, putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Mantan Menpora RI Andi Mallarangeng dan Anggota DPR RI dari Demokrat asal Aceh tiba di kampung nelayan Pusong.

Presiden RI ke-6 SBY, itu langsung menyapa warga yang sudah menunggu kedatangannya dengan menceritakan perjuangan untuk perdamaian Aceh, serta musibah tusnami yang terjadi di Aceh.

“SBY dan Ibu Ani selalu mencintai Aceh sampai kapan pun,” kata SBY di kampung nelayan Pusong, Lhokseumawe, Jumat (25/1/2019).

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersilaturahmi dengan masyarakat dan para nelayan di kawasan Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, untuk menyapa ratusan warga kampung nelayan. “SBY dan Ibu Ani selalu mencintai Aceh sampai kapan pun,” kata SBY di kampung nelayan Pusong, Lhokseumawe, Jumat (25/1/2019). Pelita8/Rahmat Mirza

SBY menceritakan sebelum dirinya menjadi presiden. Sewaktu menjadi Menteri, dia sering berkunjung ke Lhokseumawe. Saat itu, dia memikirkan persoalan konflik Aceh yang berkepanjangan.

SBY menelepon Adinda Muzakir Manaf (Mualem) selaku Panglima GAM dari tempat ini. Kami masih berbeda. Pak Hasan Tiro masih di sebelah sana, saya di sebelah sini.

“Adinda Muzakir Manaf alangkah indahnya kalau kita bersatu kembali dan mengakhiri konflik yang sudah lama berlangsung. Hingga menimbulkan korban jiwa yang tentu sama-sama tidak kita kehendaki,” kenang SBY.

SBY menyebut waktu itu tidak mudah mencari perdamaian. Tidak sedikit rintangan, tapi akhirnya Allah mengabulkan Aceh dan RI mengakhiri konflik.



SBY menyebut waktu itu tidak mudah mencari perdamaian. Tidak sedikit rintangan, tapi akhirnya Allah mengabulkan Aceh dan RI mengakhiri konflik.

“Saya salah satu orang yang berjuang meraih perdamaian di Aceh. Saya cinta Aceh,” ungkap SBY.

Oleh sebab itu, SBY meminta masyarakat Aceh untuk menjaga perdamaian yang telah dicapai dan terpenting untuk para elite di Aceh, agar berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. []

Comments

comments