3 Februari 2019
redaksi pelita 8 (2946 articles)

Sandiaga Uno Ziarah Makam Sultan Malikussaleh

Sandiaga Uno Ziarah Makam Sultan Malikussaleh Kesultanan Islam tertua di Asia Tenggara menjadi inspirasi, kepemimpinan yang begitu adil, mampu menghadirkan suatu pemerintahan yang kuat berlandaskan Islam rahmatan lila’lamin, dengan mengedapankan akhlakul karimah, kata Sandi. Pelita8/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno didampingi Muzakir Manaf (Mualem) dan rombongan tiba di Makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringen Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (3/2/2019) pagi untuk berziarah.

Tiba dilokasi, Sandi berwuduk sebelum memasuki kompleks Makam Sultan Malikussaleh.

Sandiaga mendengar penjelasan tentang sejarah singkat Makam Malikussaleh yang dijelaskan juru kunci makam.

Berdasarkan bukti yang tertera pada batu nisan dalam bahasa Persia, Malikussaleh adalah sultan tertua di Asia Tenggara.

Dalam sejarah tercatat, pada masa pemerintahan beliaulah mencapai puncak kejayaan dan orang yang pertama yang menciptakan mata uang emas yang disebut dirham. Bahkan dulu banyak warga dari Timur Tengah yang menuntut ilmu ke Aceh.

“Untuk itu dengan kedatangan Bapak Sandiaga ke sini, semoga Allah swt memberikan penguasa yang sukses secara ilmu agama dan ekonomi, sebagaimana Allah memberikan kesuksesan kepada Sultan Malikussaleh dalam membangun negeri ini,” ujar juru kunci makam.

Sandiaga Uno mendapat hadiah buku sejarah Sultan Malikussaleh Kesultanan Islam tertua di Asia Tenggara dari sang juru makam. Pelita8/Rahmat Mirza

Sementara itu, Sandiaga Uno mengungkapkan, Sultan Malikussaleh Kesultanan Islam tertua di Asia Tenggara menjadi inspirasi, kepemimpinan yang begitu adil, mampu menghadirkan suatu pemerintahan yang kuat berlandaskan Islam rahmatan lila’lamin, dengan mengedapankan akhlakul karimah,” kata Sandi.

Sandi juga menyebutkan mata uang dirham yang tersebar ke nusantara dan Asia Tenggara itu diciptakan di sini (Samudera Pasai).

Begitu juga Islam yang tersebar ke seluruh wilayah nusantara, Asia Tenggara, termasuk pulau Jawa juga disyiarkan dari Kerajaan Samudera Pasai Ini. “Jadi ini sumber inspirasi bagi kita semua,” ungkap Sandiaga Uno.

Sandi berharap, Indonesia diberi keberkahan supaya bisa adil dan makmur. Negeri ini sangat kaya dan termasuk Provinsi Aceh khususnya Aceh Utara potensi sumber daya alam sangat luar biasa. “Tetapi ini belum sempat kita kelola dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama. Karena sesuai dengan Pancasila kita bahwa bumi, air, dan hasil kekayaan alam ini untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sandiaga Uno didampingi Muzakir Manaf (Mualem) mendapat hadiah berupa mata uang dirham dari Ketua Yayasan Darul Ijabah Ratu Nahrisyah Desa Kuta Krueng Kecamatan Samudera, Ummi Juwairiah. Pelita8/Rahmat Mirza

Selain itu, Sandiaga Uno mendapat hadiah buku sejarah Sultan Malikussaleh Kesultanan Islam tertua di Asia Tenggara dari sang juru makam dan berupa mata uang dirham dari Ketua Yayasan Darul Ijabah Ratu Nahrisyah Desa Kuta Krueng Kecamatan Samudera, Ummi Juwairiah.

Dirham dimaksud adalah koin berbahan emas yang digunakan sebagai mata uang yang digunakan pada abad ke-13, saat Sultan Malikussaleh memimpin Kerajaan Samudera Pasai.

Dirham tersebut diserahkan wanita tersebut sesaat sebelum Sandiaga meninggalkan Kompleks Makam Malikussaleh.

“Uang tersebut saya temukan sekitar lima tahun lalu di sekitar kompleks makam ini, lalu saya simpan sampai sekarang,” ujar Ummi Juwairiah kepada para wartawan.

“Uang Dirhan tersebut saya serahkan ke Bapak Sandi sebagai kenang-kenangan dari Pase. Ia berharap jika Sandiaga terpilih nantinya sebagai Wakil Presiden RI, bisa mengangkat kembali marwah Bumou Pase seperti di masa Sultan Malikussaleh. (Zil/RM)

Comments

comments