1 Juni 2019
redaksi pelita 8 (3346 articles)

Rektor Unimal Ajak Dosen Dan Karyawan Konsisten Realisasikan Pancasila

LHOKSEUMAWE – Rektor Universitas Malikussaleh, mengajak seluruh Dosen dan karyawan untuk terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Peringatan Pancasila, kata Herman Fitra, perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Kita harus bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, kita pancasila,” kata Herman Fitra saat mempimpin upacara peringatan Hari Pancasila tahun 2019, di Lapangan Upacara, Kampus, Bukit Indah, Lhokseumawe, Sabtu (1/06/2019). 

Pancasila, kata Herman, mampu menyatukan semua lapisan sebagai kesatuan bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa”, Pancasila merupakan suatu anugerah dari Allah buat bangsa Indonesia. 

“Walaupun kita sebagian bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” kata Herman.

Rektor Unimal, Herman Fitra menambahkan, Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Pancasila pula yang telah membuat identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila, Herman Fitra mengajak seluruh masyarakat untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila haruslah bisa memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai bangsa yang inklusif dan tidak chauvisi, kata Herman, pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan” yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua. 

“Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” kata Herman. Kondisi itu dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. ” Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa dengan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur.”

Penulis : Miswardi

Comments

comments

makan jeruk