3 Desember 2019
redaksi pelita 8 (3346 articles)

Rahman Peudeung Tewas Tertembak di Aceh Utara, Pernah Tulis di Medsos Ancaman untuk TNI dan Polri

LHOKSEUMAWE – Pria bersenjata berinisial AD alias Raman Peudeung alias Raman Teuntra yang diduga sebagai anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) tewas ditembak polisi di Desa Peunteut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, pada Minggu (1/12/2019) malam.

Raman Teuntra, sebelumnya pernah melontarkan ancaman di media sosial Facebook dengan akun Armada Aceh. Dalam akun media sosial tersebut, Raman Peudeung menulis pesan bahwa ia akan membunuh anggota TNI dan Polri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlembang, saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (3/12/2019) merincikan, penembakan itu berawal dari kasus berkibar bendera hijau bergambar pedang dan bulan.

Bendera tersebut milik Pasukan Pedang, diduga mengibarkan di tiang bendera SDN 17 Sawang pada Sabtu 22 November 2019. Pada sisi tiang bawah dipasang perangkat yang diduga sejenis bom rakitan. “Informasi ini, lalu kita tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan tim penjinak bom Brimob. Lokasi itu kita seterilkan,” katanya.

Lalu, pada 25 November 2019 sekitar 21.00 WIB polisi menerima informasi salah satu bangunan SDN 17 Sawang dibakar pelaku. “Setelah itu, Bapak Kapolda Aceh membentuk tim untuk mengungkap teror dan pembakaran gedung sekolah itu,” kata Indra.

Berikutnya 29 November 2019, pelaku memposting  bernada ancaman bagi TNI/Polri di akun facebook Armada Aceh Aceh. Bahkan, pelaku memposting foto dengan senjata siap tempur.

Sehingga, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak lalu memerintahkan agar segera menangkap pelaku. Pada, 1 November 2019, pukul 17.00 WIB, tim yang berjumlah seratusan personil bergerak ke Sawang. Kemudian pukul 18.30 WIB tim mulai melakukan pengintaian dititik yang akan dilewati pelaku Raman Peudeung alias Raman Teuntra.

“Tepat pukul 19.00 WIB, Raman Peudeung, terdeteksi melewati lokasi tersebut lengkap dengan atribut senjata dan mengenakan rompi yang sama persis seperti yang diposting di media sosial. Kemudian petugas berusaha menyergap, namun pelaku berusaha kabur sambil menembak kearah polisi,” ungkap Kasat Reskrim.

Saat itulah terjadi kontak tembak, hingga pelaku terjatuh di area persawahan. Tak lama kemudian pelaku diketahui sudah tewas. Karena diduga rompi berisi bahan peledak, polisi lalu mendatangkan tim penjinak bom dari Brimob. Setelah dipastikan steril barulah jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

“Lalu diserahkan ke keluarga,” pungkas AKP Indra. 

Sebelumnya diberitakan Raman Peudeung ditembak polisi di Desa Peunteut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Barang bukti yang disita satu senjata api rakitan, selembar bendera dan satu granat. []

Comments

comments

makan jeruk