3 Agustus 2018
redaksi pelita 8 (2890 articles)

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Badan Jalan

ACEH UTARA – Sejumlah warga di Gampong Glok Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara melakukan protes sarana jalan rusak parah dengan cara menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang, Kamis (2/8/2017).

Pelaksana Tugas (Plt) Geuchik Gampong Glok Aron, Usman mengatakan penanaman pohon pisang dibadan jalan milik PT PHE itu bentuk protes warga, karena sudah banyak korban berjatuhan dilokasi setempat.

“Kami menilai kondisi jalan sangat membahayakan pengendara yang melintas, bahkan sudah cukup banyak pengguna jalan khususnya pengendara kendaraan bermotor roda dua yang mengalami kecelakaan di lokasi,” Jelasnya.

Usman menambahkan kemarin malam seorang ibu-ibu yang membawa dua anaknya mengalami kecelakaan dilokasi, ibu tersebut mengalami luka sangat parah dibagian kepala sementara anak-anaknya mengalami luka dibagian wajahnya.

Menurut Usman, jalan tersebut ketika hujan seperti selokan karena menjadi genangan air. Sementara pada musim kemarau banyak debu berterbangan, karena jalan tersebut sering di lalui kendaraan.

Jika pihak PT PHE tidak memperbaiki, maka akan dikhawatirkan akan semakin parah kerusakannya dan tidak bisa dilintasi. Hal ini akan berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat setempat.

“Untuk menghindari kembali jatuhnya korban jiwa, masyarakat setempat mendesak pihak Perusahaan PHE agar segera memperbaiki kembali badan jalan itu yang berlubangt,” Harapnya.

Sementara, Tokoh Pemuda Syamtalira Aron, Amrijal mengatakan jika kondisi jalan tersebut tidak ada tanggapan serius dari pihak PT PHE, maka dapat dipastikan akan bertambah banyak korban.

“Jika pun jalan tersebut masih milik PHE, kita harapakan perintah juga jangan tutup mata dengan kondisi jalan berlubang dan rusak parah, karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk menuju jalan negara,”Pintanya.

Armrijal harap pihak PHE untuk segera memperbaiki jalan tersebut, paling tidak dilakukan penambalan, meskipun tidak dilakukan perbaikan 100 persen,” Harapnya.

Selain itu, Selama aktifitas berkurang di proyek raksasa (dulunya Exxon Mobile), tidak ada perhatian sama sekali, makanya kami menilai pihak perusahan menutup mata.

“Jika perusahan masih aktif, sedikit jalan rusak langsung dilakukan perbaikan, namun sekarang tidak lagi diperhatikan, seperti kata pepatah “habis manis sempah dibuang,” Tutupnya.

Penulis : Mulyadi
Editor  : Khaidir MG

Comments

comments