Popon (bertongkat) di Air Terjun Tujuh Bidadari FOTO SITOMPUL

Popon dan Penaklukan Air Terjun Tujuh Bidadari

Popon (bertongkat) di Air Terjun Tujuh Bidadari FOTO SITOMPUL
Popon (bertongkat) di Air Terjun Tujuh Bidadari FOTO SITOMPUL

PANORAMA air terjun tujuh bidadari selalu menggoda. Suasana alami dengan balutan hutan perawan memanjakan mata. Memberi daya tarik tersendiri untuk singgah dan menikmati sajian keindahan pedalaman Aceh Utara itu.

 

Obyek wisata itu terletak jauh di pinggiran hutan. Medan nan terjal harus ditaklukan sebelum sampai ke pemandian super jernih itu. Tak mudah menaklukan bukit nan berbatu menuju air terjun itu. Namun, Saifuddin berhasil menaklukannya.

 

Pria yang akrab disapa Popon ini menjadi menjadi pemuda disabilitas pertma yang tiba di air terjun itu. Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh (Unimal) ini, baru-baru ini.

 

Dia bertekad, jika temannya tiba , maka dia pun harus tiba ke obyek yang mulai populer akhir-akhir ini. Dia membawa dua tongkat yang setia saban hari.

 

Lalu, kami berangkat bersama Popon menggunakan mobil dari Kota Lhokseumawe menuju obyek wisata itu. Selama dua jam mobil berguncang-guncang di jalanan berbatu. Baru, tiba di pos parkir kendaraan yang disebut dengan Barak Komando.  Dengan sigap, Popon memanggul tas, dua tongkat dan minuman secukupnya.

 

Bahkan, pria berambut lurus ini berjalan paling depan. Sedangkan teman-temannya tertatih di belakang. Jika lelah berjalan, dia berhenti sembari menyedot air minum.

 

Memasuki kawasan hutan, Popon mulai kerepotan. Kontur tanah mendaki dan basah sedikit menyulitkannya. Beberapa kali dia terjatuh. Meski begitu, dia bangkit dan menangkulkan perjalanan nan terjal itu.

 

Ketika matahari mulai meredupkan cahayanya Popon dan rombongan mulai mempercepat perjalanan. Saat menemukan anak sungai, mereka berteriak girang. Mengisi air untuk bekal dan membersihkan tubuh dari lumpur.

 

Popon dan teman-temannya pun mendirikan tenda. Bermalam di pelukan hutan. Sayangnya, hujan turun menghujam. Sehingga mereka tak bisa menikmati bulan dari celah dedaunan.

 

Popon pun terlelap. Melepas penat yang membekap di sekujur tubuh. Saat pagi tiba, Popon bangun lebih awal. Dia pun mengajak teman-temannya bermandi ria.

 

Saat petang, pengunjung lainnya mulai berdatangan. Melihat Popon dengan dua tongkat mereka pun takjub. Pria ini mampu menaklukan tujuh bidadari.

 

“Niat dan usaha akan menjadi pendorong utama kamu untuk mencapai tujuan. Jangan pernah mengeluh apa pun kekuranganmu, karena kekuranganmu akan berubah menjadi keberhasilanmu,” sebut Popon filosofis.

 

Nah, Popon saja sudah berkunjung ke tujuh bidadari. Kamu?

 

 

         

Penulis : Muhammad Rizki Sitompul

 

Editor : Abi