19 Agustus 2019
redaksi pelita 8 (3292 articles)

Polres Lhokseumawe Amankan 16 Tersangka dan BB 15 Sepmor Ditambah Satu Mobil

LHOKSEUMAWE – Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe mengungkap kasus pencurian 16 kendaraan (15 sepeda motor dan satu mobil) yang diduga melibatkan 16 tersangka. Kasus itu diungkap selama Operasi Sikat Rencong di wilayah hukum Polres Lhokseumawe selama 20 hari dari 1-20 Agustus 2019.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kabag Ops Kompol Adi Sofyan didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang saat konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (19/8/2019) mengatakan, dalam Operasi Sikat Rencong tersebut berhasil diungkap sembilan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Jumlah tersangka 16 orang, 14 ditahan, dua lainnya tidak ditahan karena masih anak di bawah umur. Sebanyak 15 sepeda motor berbagai jenis dan satu mobil disita sebagai barang bukti.

Indra menyebutkan, 16 tersangka itu berinisial SB (31), warga Kecamatan Blang Mangat, S (33) warga Muara Dua, A (32) warga Banda Sakti, SY (32) warga Muara Dua, F (30) warga Muara Dua, FA (12) warga Banda Sakti, dan RA (16) warga Banda Sakti, Lhokseumawe.

Selanjutnya, RF (31) warga Kecamatan Dewantara, Y (30) warga Tanah Luas, R (43) warga Syamtalira Bayu, H (36) warga Simpang Keuramat, Aceh Utara. Kemudian, J (36) warga Kecamatan Permata, Bener Meriah, A (32) warga Kuta Makmur, AS (45) warga Nisam, BA (38) warga Nisam, dan S (40) warga Kuta Makmur, Aceh Utara.

Menurut Indra, 14 tersangka ditangkap di tempat berbeda, yakni Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Utara dan Gayo Lues. Namun, semua mereka terlibat kasus curanmor di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

“Dari 16 tersangka tersebut ada pemetik, ada penadah, serta ada juga residivis curanmor. Modus yang dilakukan oleh pelaku curanmor itu dengan melakukan pembobolan sepeda motor menggunakan kunci T,” ujar Indra.

Indra melanjutkan, “Setelah mereka melakukan pemetikan (pencurian), sepeda motor itu tidak dikuasai dalam waktu lama, tapi langsung dijual atau digadaikan kepada penadah. Akan tetapi sampai saat ini kita belum bisa menyimpulkan apakah mereka itu satu sindikat jaringan. Mereka lebih kepada bermain dengan kelompok-kelompoknya sendiri”

“Para tersangka tersebut melanggar pasal terkait pencurian dan atau pertolongan jahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP jo Pasal 480 KUHP, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” ujar Indra.

Adapun barang bukti 15 sepeda motor yang disita adalah Yamaha Zupiter Z (tanpa nomor polisi) warna hitam merah, Honda Supra X 125 BL 5543 DW warna hitam abu-abu, Viar Trail BK 6811 AF, Honda Baet BL 4934 KAA, Honda Vario BL 6203 BW, Yamaha Xeon BL 3827 JV, Honda Baet BL 3902 NAG, Yamaha Vixion BL 5457 AK, Yamaha Zupiter Z (tanpa nopol), Honda Supra X 125 BL 5668 NAB, Honda Scoopy BL 4454 NU, Honda Supra X 125 (tanpa plat), Yamaha Vixion BL 6566 NH, Honda Sonic BL 6834 NY, Yamaha Spacy (tanpa plat/nopol). Selain itu satu mobil Ford Fiesta B 1862 PVF warna hitam.

“Kita mengimbau kepada masyarakat apabila ada kehilangan kendaraan berdasarkan jenis kendaraan yang dimaksudkan itu, maka silakan datang ke Polres Lhokseumawe dengan membawa surat-suratnya dan nanti akan dilakukan proses pengembalian barang bukti tersebut, dan pengembaliannya kita jamin gratis,” kata Indra.

Saat konferensi pers itu, penyidik menghadirkan 14 tersangka memakai baju tahanan. Sedangkan dua tersangka lainnya, menurut Indra, tidak ditahan karena masih anak di bawah umur yakni FA (12) dan RA (16).[]

Comments

comments

makan jeruk