18 Juli 2019
redaksi pelita 8 (3119 articles)

Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun Produksi Ribuan Pil Ekstasi Oplosan di Aceh

LHOKSEUMAWE – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe membongkar pabrik ekstasi oplosan di Desa Alu Garut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo mengatakan, polisi menggerebek sebuah home industry tempat memproduksi kandungan bahan kimia pil menyerupai ektasi.

Kandungan bahan atau zat kimia pada pil ektasi oplosan setelah dicek kandungannya ke Laboratorium Forensik Cabang Medan, Sumatera Utara mengandung Methamphetamine, yaitu senyawa utama kandungan sabu, kata Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo didamping Kepala Labfor Cabang Medan Kombes Pol Wahyu Marsudi, Wakapolres Lhokseumawe Kompol Mughi Prasetyo Habrianto dan Kasat Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe Iptu Zeska Julian Wijaya pada konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis, (18/7).

Kombes Anwar menyebutkan, pada Senin, 15 Juli 2019, pihaknya mendapatkan informasi dari anggota polisi di lapangan terkait adanyan transaksi pil ektasi di Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim satres narkoba berhasil tangkap seorang laki-laki berinisial MI (19) warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe yang kedapatan menyimpin dan memproduksi 3.000 butir pil meyerupai ekstasi.

Dari pengakuan tersangka MI (19), ada tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam proses pembuatan pil tersebut, saat ini masih buron. Ketiga mereka berstatus DPO yang berinisial B, D dan J. MI dan temannya sudah pernah memproduksi 3000 butir dan telah didistribusikan ke luar Aceh seperti Medan dan Lampung, ujar Anwar.

Proses penggerebekan dan penangkapan MI berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan seorang laki-laki warga Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe diduga memiliki dan menyimpan narkotika jenis pil ekstasi.

Atas laporan itu jajaran Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan dan mengamankan MI pada Senin (15/7) malam di Desa Blang Panyang tepatnya di jalan Medan – Bansa Aceh.

“MI ditangkap pada saat dalam perjalanan menuju Lhokseumawe dengan menggunakan 1 unit sepeda motor, dari hasil penggeledahan itu petugas menemukan barang bukti berupa 2 bungkus yang diduga narkotika jenis ekstasi berwarna merah di dalam bagasi sepeda motornya,” kata Anwar.

MI menjual pil ekstasi itu perbutir Rp75 ribu dan berhasil diproduksikan dalam satu minggu sekitar 2.000 butir. “Bahan-bahan yang digunakan itu ada tepung obat dicampurkan dengan sabu dan bahan lainnya.

MI dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun ancaman pidananya ada pidana mati, seumur hidup, pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Polisi kemudian melakukan pengembangan ke lokasi pembuatan pil di sebuah gubuk di Alue Garot Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Hasil penggeledahan itu petugas menemukan barang bukti berupa alat- alat yang diduga digunakan untuk membuat Pil menyerupai ekstasi tersebut.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Lhokseumawe guna proses lebih lanjut,” pungkas Anwar. [RM]

Comments

comments

makan jeruk