12 Februari 2018
redaksi pelita 8 (2635 articles)

Polisi Grebek Pabrik Ekstasi di Aceh Utara

Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian (sebelah kiri) memperlihatkan barang bukti 128 butir pil ekstasi, sabu, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung ( Batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FM. Foto/Ist

LHOKSEUMAWE – Kepolisian Sat Narkoba Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan empat pria yang melakukan produksi (Home Industri) pembuatan narkotika jenis Pil Ekstasi dikawasan Jalan Medan Banda Aceh, Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Kamis (8/2) sekira pukul 03.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian mengatakan, pengungkapan home industri pembuatan narkotika jenis ekstasi tersebut berawal dari laporan masyarakat kepada pihak kita.

“Informasi yang kita peroleh dari masyarakat menyebutkan dilokasi Keude Bayu, beberapa pemuda kerap dilakukan transaksi jual beli narkotika jenis eksatasi,” ujar Iptu Zeska kepada wartawan, Senin (12/2/2018).

Kasat Narkoba menyebutkan, menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut personil kita dilapangan selanjutnya melakukan penyamaran sebagai pembeli pil happy. Dalam undercover tersebut, personil berhasil mengamankan empat tersangka peracik pil ekstasi dan pengedar dengan inisial, Mur (22), Awi (21), Mal (33) dan Yan (59), ke empatnya adalah warga Aceh Utara.

“Saat dilakukan penggeledahan terhadap salah seorang tersangka Mur, petugas berhasil menemukan 21 butir pil Extasi di saku celananya dan tiga unit Handpone,” jelasnya.

Dalam pengembangan yang dilakukan petugas terhadap tersangka Mal dan Yan, maka di temukan alat pembuatan pil extasi serta 107 buit pil extasi siap edar. Selain itu sebutnya, pihak kita juga menemukan 1 paket sabu 0,29 gram/bruto yang digunakan empat pelaku sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan narkoba pil ekstasi tersebut.

Lanjutnya, pengakuan tersangka aktivitas pembuatan ekstasi tersebut sudah berjalan satu bulan dan diedarkan di wilayah Aceh utara dan Lhokseumawe. Bahan pil ektasi abal-abal tersebut terbuat dari parasetamol, sabu, ganja, alkohol serta campuran lainnya dan tersangka terancam minimal lima tahun penjara.

Saat ini empat tersangka dan barang bukti 128 butir pil ekstasi, sabu, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung (Batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FM, kita amankan untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. (*)

Comments

comments