4 November 2018
redaksi pelita 8 (2860 articles)

Peserta Aceh International Rapa’i Festival Field Trip Objek Wisata Lhokseumawe

Peserta Aceh International Rapa’i Festival 2018 tiba diPantai Ujong Blang disambut dengan Tari Suedati Aceh. Pelita8/Rahmat Mirza

Lhokseumawe – Peserta Aceh International Rapa’i Festival 2018 dari 3 negara, yaitu Malaysia, Thailand dan India serta turut hadir talent dari DKI Jakarta, Bengkalis dan Sumatera Barat mengunjugi objek wisata dan tempat pembuatan alat musik rapa’i di Kota Lhokseumawe, Minggu (04/10).

Dalam field trip tersebut peserta mengunjungi tiga tempat wisata dan tempat pembuatan rapa’i. Awalnya meraka mengunjungi tempat wisata pantai Ujong Blang, setiba disana mereka di jamu dengan hidangan rujak Aceh.

Peserta Aceh International Rapa’i Festival 2018 berfoto di Objek Wisata Goa Jepang. Pelita8/Rahmat Mirza

Peserta Aceh International Rapa’i Festival 2018 melihat cara pembuatan Rapa’i. Pelita8/Rahmat Mirza

Kemudian dilanjutkan trib ke Goa jepang di Blang Panyang, Kecamatan Muara Dua, selanjutnya para peserta menuju tempat pembuatan Rapa’i di Desa Blang Weu Panjo, Kecamatan Blang Mangat, dan terakhir mereka menuju ke Waduk Jeulikat.

Tiba diwaduk mereka di sambut dengan tarian Adat Peumulia Jamee dan makan malam bersama, serta melihat cara bermain Rapa’i debus dan juga nonton bareng cara pembuatan rapa’i.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Zulkifli mengatakan, ada tiga negara yang hadir yakni Malaysia, Thailand dan India, sedangkan dari indonesia ada talent dari DKI Jakarta, Bengkalis dan Sumatera Barat.

Tujuan field trib ini di gagas untuk para peserta dari mancanegara dan Nusantara untuk mengetahui objek wisata dan khazanah kota Lhokseumawe.

“Disamping mereka mengikuti event Rapa’i International Festival mereka punya kesempatan untuk melihat panorama alam yang ada di kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Peserta Aceh International Rapa’i Festival 2018 menyaksikan cara bermain rapa’i dan debus di Objek Wisata Waduk Jeulikat. Pelita8/Rahmat Mirza

Mereka terlihat sangat senang dengan adanya field trip ini, bahkan mereka sangat menikmati dengan keindahan tempat wisata yang telah mereka kunjungi dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada panitia.

Selain itu, perwakilan talent dari malaysia, cekgu Fendi mengatakan, dengan adanya program ini di harapkan dapat memajukan kebudayaan dan wisata khususnya, untuk dapat menarik wisatawan asing lain yang ingin mengunjungi kota Lhokseumawe.

“Wisata merupakan salah satu sumber pendapatan bagi sebuah Negara maka semakin banyak wisatawan yang datang kesini maka semakin banyak pendapatan daerah yang masuk serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat” pungkasnya. (sahr)

Comments

comments