26 Januari 2019
redaksi pelita 8 (3124 articles)

Pers Nasional Terancam, Jurnalis Pase Desak Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis di Bali

Aliansi Jurnalis Independen (AJI)Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Aceh (PWA), dan Perhimpunan Pers Mahasiswa menggelar aksi galang tanda tangan di atas kain putih dan membentangkan poster sebagai bentuk aksi solidaritas, di depan Taman Riyadah, Sabtu (26/1/2019). Pemerintah dinilai telah memberikan ruang untuk menghambat kebebasan pers, dengan memberikan remisi terhadap otak pembunuhan berencana wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Pemerintah dinilai telah memberikan ruang untuk menghambat kebebasan pers, dengan memberikan remisi terhadap otak pembunuhan berencana wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Atas sikap pemerintah tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe menggelar aksi galang tanda tangan di atas kain putih dan membentangkan poster sebagai bentuk aksi solidaritas, di depan Taman Riyadah, Sabtu (26/1/2019).

Peserta aksi tersebut dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Aceh (PWA), dan Perhimpunan Pers Mahasiswa.

Jurnalis dan Mahasiswa itu secara bergantian berorasi mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberi remisi kepada Susrama, pembunuh Prabangsa, jurnalis Radar Bali.

Pemberian remisi itu tertuang dalam Keppres No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018. Susrama merupakan satu dari 115 terpidana yang memperoleh remisi itu.

“Kebijakan itu melukai rasa keadilan, tidak hanya bagi keluarga korban, tapi juga jurnalis di Indonesia. Oleh karena itu, kami meminta Presiden Joko Widodo mencabut atau membatalkan pemberian remisi terhadap Susrama,” kata Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Agustiar didampingi Ketua Advokasi AJI Kota Lhokseumawe, Khaidir. []

Comments

comments

makan jeruk