7 September 2017
redaksi pelita 8 (2313 articles)

Peringati Hardikda Aceh ke-58, ini Harapan Sidom Peng

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf (Sidom Peng) Pimpin Upacara Hardikda ke 58 Provinsi Aceh, di Lapangan Lhoksukon, Kamis (7/9/2017).

“…Dengan memperingati Hardikda sebagai langkah yang mendorong semangat untuk lebih berkerja keras sehingga keistimewaan Aceh di bidang Pendidikan tidak hanya diatas kertas tapi dapat kita buktikan secara kualitas,” harap Sidom Peng…”

ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melaksanakan upacara dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Provinsi Aceh ke-58 tahun 2017, di lapangan Lhoksukon, Kamis (7/9).

Peringatan Hardikda ke-58 yang dicanangkan sebagai “Gerakan Membangun Pendidikan Berkarakter Islami di Aceh”. Serta bertemakan “Wujudkan Aceh Carong dan Islami.

Turut dihadiri ratusan peserta upacara yang teridir dari Para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pelajar, Para Muspika, Sekdakab, para staf ahli dan Asisten, Dan Lanal Lhokseumawe/mewakili,Dandim 0103Acut/mewakili, Kapolres Aceh Utara/mewakili, kepala SKPK, Kakankemenag Aceh Utara, kepala UPTD-PK se-Aceh Utara, ketua PGRI dakabupaten Aceh Utara.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf yang akrab disapa Sidom Peng, dalam membacakan sambutan Gubernur Aceh mengatakan, Peringatan Hardikda Aceh yang dirayakan setiap tahun tentunya bukan sekedar diwarnai upacara belaka.

“Dalam bidang pendidikan Provinsi Aceh, memiliki sebuah keistimewaan dibandingkan dengan provinsi lainnya, tentunya keistimewaan bidang pendidikan ini seharusnya menjadi sebuah momentum bagi kemajuan pendidikan di Bumi Aceh, keistimewaan ini menjadi modal semangat yang tinggi, untuk memperkuat bidang pendidikan sehingga generasi Aceh kedepan, akan memiliki wawasan yang luas, cerdas dan beriman,” ujarnya.

Secara kualitas, pendidikan di Aceh sudah menunjukkan peningkatan. Hal ini ditandai dengan indikator kompetensi guru yang semakin menggembirakan. “Saat ini kompetensi kita berada ranking 23 secara nasional, dimana sebelumnya berada pada ranking 32,” kata Sidom Peng.

Sidom Peng meminta, agar para pemangku kepentingan harus mau berpikir kritis, sehingga persoalan pendidikan Aceh, khususnya Aceh Utara agar dapat diatasi secara efektif dan tepat sasaran. Dia berharap, dengan memperingati Hardikda sebagai langkah yang mendorong semangat untuk lebih berkerja keras sehingga keistimewaan Aceh di bidang Pendidikan tidak hanya diatas kertas tapi dapat kita buktikan secara kualitas,” harap Wabup.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintahan Aceh dalam memajukan dunia pendidikan, selain alokasi dana Otsus dan lainnya juga untuk membantu pendidikan yang bersumber dari APBA sebesar 20 persen setiap tahunnya.

Sesuai dengan amanat undang undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, mulai 1 Januari 2017, tanggungjawab pengelolaan pendidikan antara Pemerintah pusat, Pemerintah propinsi dan Pemerintah kabupaten/kota.

“Dalam mencapai apa yang menjadi keinginan selama ini dalam bidang pendidikan, harus ada sinergi dan terintegrasi semua pihak, apakah itu Bupati/Walikota seluruh pihak terkait agar mengambil langkah-langkah strategis guna menjalankan kebijakan ini dengan baik sehingga tidak ada lagi saling tuding soal kemuduran pendidikan daerah Aceh,” pungkas Sidom Peng.

Penulis : Rahmat Mirza

Comments

comments