11 November 2019
redaksi pelita 8 (3346 articles)

Peresmian Bulking Terminal Facility Dan Ekspor Perdana Minyak Kelapa sawit Melalui Pelabuhan Krueng Geukueh ke India

ACEH UTARA – Peluncuran pengapalan dan ekspor perdana minyak kelapa sawit mentah atau cpo (crude palm oil) sekitar 6.000 metrik ton (MT) ke India mulai dilakukan.

Plt Gubernur Aceh diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan, Mahyuzar meresmikan Bulking Terminal Facility (tangki timbun) Pusat Logistik Berikat (PLB) minyak kelapa sawit di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (11/11/2019).

Peresmian itu dihadiri Ketua Kadin Aceh Muzakir Manaf, Kepala Kanwil Bea Cukai Safuadi, Wakajati Aceh Muhammad Yusuf, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf, Wali Kota Langsa Usman Abdullah, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal, Dandim 0103/AUT Lektol Inf Agung Sukuco, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta dan manajemen PT Pelindo I Cabang Lhokseumawe.

Direktur Utama PT Aceh Makmur Bersama (AMB) Petrus Budiyanto mengatakan, kapal akan berlabuh di Pelabuhan Krueng Geukueh, Selasa (12/11).  “Habis muat di Dumai (Riau), kita punya last spot (tempat terakhir) di Krueng Geukueh ini, lebih kurang 6.000 ton. Setelah selesai muat CPO di sini, Rabu pagi kapal sreng out (keluar) menuju Kandla,” ujar Petrus Budiyanto kepada para Jurnalis.

Petrus, menyebutkan, PT AMB adalah jasa tank storage (tanki penyimpanan). Ini kan PLB (Pusat Logistik Berikat), jadi nanti tank ini dipakai grupnya Just Oil, dia punya local company (perusahaan lokal) PT Agritrade Cahaya Makmur, dia yang called (menghubungi) kita sebagai penyedia jasa.

“6.000 MT CPO ekspor perdana itu dibeli oleh Just Oil and Grain Pte Ltd., Singapore, di India. Ditanya berapa nilai uang dari 6.000 MT CPO yang diekspor itu. Sekarang sekilo Rp8000, (totalnya 6.000 ton CPO nilainya hampir Rp50 M. Jadi, sebenarnya prospek CPO Aceh cukup besar. Selama ini dibawa ke Belawan, Sumatera Utara. Kalau ekpsor melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, kita bisa majukan Aceh,” ungkap Petrus.

Petrus, bertekad untuk memajukan perekonomian daerah Aceh terutama industri sawit yang merupakan produk unggulan dalam negeri yang mampu bersaing di pasar internasional,” sebut Petrus.

Ia berharap seluruh pihak mau bekerjasama. Karena, hal tersebut kunci utama agar kelangsungan kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) bisa berjalan dengan lancar.

Disinggung kapan akan dilanjutkan ekspor CPO Aceh berikutnya ke India, Petrus mengatakan, “Diperkirakan akhir bulan ini atau awal bulan depan akan ekspor lagi” kata Petrus.

Selain itu, Ketua Kadin Aceh, Muzakir Manaf akrab disapa Mualem menyebutkan, jika proses ekspor CPO berjalan lancar, maka akan disampaikan kepada DPRA agar nantinya dapat membuat qanun. Sehingga, CPO yang ada di Aceh dapat ekspor melalui pelabuhan Krueng Geukueh. “Kemungkinan, ke depan yang bisa ekspor lagi adalah kopi dan komoditi lainnya,” ujar Muzakir Manaf.

Ekspor CPO itu menguntungkan kedua belah pihak, yakni Aceh dan India, sehingga diharapkan kegiatan ini bisa berjalan secara terus menerus. “Potensi di Aceh sangat banyak untuk bisa dikembangkan agar memiliki nilai tambah secara ekonomi,” ujar Mualem.

“Yang jelas kita akan mengumpul CPO yang ada di Aceh dan selanjutnya dikumpulkan di Aceh Utara atau melalui PT AMB (Aceh Makmur Bersama) untuk diekspor lewat Pelabuhan Krueng Geukueh ini,” ungkap Mualem.[]

Sementara itu, PLt Gubernur Aceh diwakili oleh Staf Ahli Perekonomian Keuangan dan Pembangunan, EsMahyuzar menyebutkan, Gubernur Aceh menyambut gembira kehadiran Pusat Logistik Berekat yang dikelola PT Aceh Makmur Bersama kerjasama dengan Pelindo I. Pemerintah bersama Kadin Aceh akan terus berupaya agar kegiatan ekspor menjadi kegiatan prioritas. “Kami mendukung kerjasama tersebut,” ujar Gubernur yang dibacakan Mahyuzar. []

Comments

comments

makan jeruk