Peran Lembaga Tuha Peut di Nilai Lemah, Pakar Hukum Unimal Turun Ke Desa Lakukan Penguatan Kapasitas

Pakar Hukum Universitas Malikussaleh , Dr. Faisal, S.Ag., S.H., M.Hum dan Fauzah Nur Aksa, S.Ag., M.H. dan Dr. Yulia, S.H., M.H. melakaukan sosialisasi peran Tuha Peut dalam sengketa adat, dan materi tentang Qanun (perda-red) yang menjadi kewenangan Tuha Peut, di Kecamatan Sawang Aceh Utara , Rabu (24/11) – Foto : Istimewa

ACEH UTARA  – 45 Tuha Peut dalam kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara mengikuti penguatan kapasitas kelembagaan di kecamatan setempat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh para Dosen Fakultas Hukum dari  Universitas Malikussaleh Lhokseumawe di dua lokasi berbeda yaitu di Meunasah Gampong Blang Tarakan, Rabu (24/11) dan  Aula Gampong Riseh Baroh, Kamis (25/11).

Lebih rinci ketua panitia pelaksana Dr. Yulia, S.H,M.H menjelaskan 45 anggota Tuha Peut tersebut berasal dari 4 Gampong (desa_red) di Kecamatan Sawang Aceh Utara yaitu Gampong Blang Teurakan, Gampong Keude Sawang, Gampong Riseh Baroh dan Gampong Riseh Tengoh.

“ Lembaga adat Tuha Peut masih lemah dalam menyelesaikan sengkete adat, sehingga banyak kasus di masyarakat yang penyelesaian berlanjut ke Kepolisian” ujar Yulia, Rabu (24/11)

Alasan inilah yang mendorong dosen Fakultas Hukum Unimal,   Dr. Faisal, S.Ag., S.H., M.Hum dan Fauzah Nur Aksa, S.Ag., M.H. dan Dr. Yulia melakukan sosialiasi dan penguatan kapasitas Lembaga Adat Tuha Peut di Keamatan Sawang.

Para pakar Hukum dari Unimal tersebut selama dua hari memberikan pemahaman mendalam tentang Qanun Lembaga Adat nomor 10 tahun 2008 Tentang Lembaga Adat dan Qanun nomor 9 tahun 2008 Tentang pembinaan kehidupan adat.

Menurut Yulia dua Qanun ini dalam pelaksanaannya menjadi kewenangan TUHA PEUT, khusus Qanun nomor 9 tahun 2008 ada 18 kewenangan gampong untuk menyelesaikan sengketa adat. Namun selama ini belum berjalan seperti yang diharapkan bahkan berakhir di pengadilan.

Banyaknya kasus sengketa yang dilaporkan kepada kepolisian menunjukan masayrakat kurang percaya pada kemampuan TUHA PEUT, padahal kasus yang dilaporkan termasukd alam 18 kewenangan Gampong, karena itu dengan adanya sosialisasi ini Yulia berharap  masyarakat merasa mendapat pengayoman dalam penyelesaian sengketa dan juga mengurangi sengketa-sengketa yang berlanjut pelaporan ke polisi atau pengadilan.

“Secara khusus kegiatan ini bertujuan agar terjalinnya komunikasi yang solid dan kompak dalam Lembaga Adat Tuha Peut di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara” tambah Yulia.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari anggota Tuha Peut di Kecamatan Sawang, turut hadir dalam kegiatan tersebut Mukim Sawang Utara, Ir. Ramli

“Saya berharap kedepan Fakultas Hukum Unimal juga bisa melakukan hal yang sama di beberapa desa lainnya, tidak hanya berakhir di empat desa ini, karena ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masayrakat kepada Lembaga Tuha Peut yang sebenarnya sangat besar perannnya dalam masayrakat” harap Mukim Ramli. [Ril/red]