3 Agustus 2018
redaksi pelita 8 (2891 articles)

Penyaluran Kredit di Wilayah BI Lhokseumawe tumbuh 5,63 persen

Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit. Foto: Ilustrasi

LHOKSEUMAWE –  Penyaluran kredit di wilayah kerja Bank Indonesia Lhokseumawe, hingga Juni 2018 bertumbuh sebesar 5,63 persen , sebelumnya Rp 14,60 triliun menjadi Rp 15,42 triliun.

Ekspansi ini didukung oleh kualitas kredit yang terpantau aman dengan non performance loan (NPL) di level 2,16 persen lebih rendah dibanding bulan Mei 2018 sebesar 2,25 persen serta masih di bawah ambang yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yakni 5 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Lhokseumawe Yufrizal menyebutkan, penyaluran kredit bulan Juni 2018 di wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara tumbuh positif pada angka 1,31 persen yaitu dari sebelumnya Rp 5,79 triliun menjadi Rp 5,87 triliun dengan NPL sebesar 2,23 persen, kata Yufrizal di Lhokseumawe, Jumat (3/8).

Pertumbuhan kredit di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe bulan Juni 2018 ditopang oleh sektor perdagangan tumbuh sebesar 2,36 persen, namun kondisi berbeda terjadi pada sektor industri pengolahan mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya sebesar -4,52 persen.

Berdasarkan penggunaan, kredit di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe bulan Juni 2018 tertinggi pada kredit konsumsi yakni sebesar Rp 8,24 triliun dengan pertumbuhan sebesar 9,21 persen, selanjutnya kredit modal kerja hanya sebesar Rp 5,78 triliun dengan pertumbuhan 0,68 persen. Sementara kredit investasi mencapai Rp 1,41 triliun dengan pertumbuhan sebesar 6,71 persen, ujar Yufrizal.

Selain itu, rasio kredit (pembiayaan) dibandingkan dengan dana pihak ketiga (DPK), loan to deposit ratio (LDR) di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe mencapai 120,58 persen yang mencerminkan penyaluran kredit telah melebihi penghimpunan dana.

Sementara itu penghimpunan DPK bulan Juni 2018 di wilayah kerja BI Lhokseumawe dibandingkan tahun 2017 secara year to date mengalami penurunan sebesar -0,68 persen dari Rp 12,88 triliun menjadi sebesar Rp 12,79 triliun.

Secara year on year DPK hanya tumbuh sebesar 2,86 persen dari Rp 12,43 triliun menjadi Rp 12,79 triliun. Secara rinci  deposito mengalami penurunan sebesar -8,38 persen dari Rp2,35 triliun menjadi Rp2,16 triliun. Kondisi yang sama juga terjadi di giro mengalami penurunan sebesar 9,08 persen dari Rp 2,89 triliun menjadi Rp 2,63 triliun. Sedangkan tabungan tumbuh sebesar 11,35 persen dari Rp 7,19 triliun menjadi Rp 8,01 triliun.

Editor : Rahmat Mirza

Comments

comments