Penjualan Lele Di Lhokseumawe Meningkat Di Tengah Pandemi COVID-19

LHOKSEUMAWE – Di tengah Pandemi Covid-19 permintaan lele meningkat dan mengalami kenaikan yang signifikan, karena kurang pasokan dari luar Kota Lhokseumawe.

Peningkatan permintaan lele kata Saiful salah satu peternak, karena kurangnya pasokan dari Luar Kota Lhokseumawe disebabkan karena Covid-19. Biasanya lele yang dipasok ke daerah ini berasal dari Aceh Tengah, Bener Meriah dan Medan.

“Sebelum pandemi kami para peternak menunggu para pembeli dipasar tradisional, sekarang seminggu sebelum dipanenkan para pengempul sudah memesan terlebih dulu,” kata Saiful yang juga salah seorang guru olah raga di Kota Lhokseumawe.

Lebih lanjut dikatakan oleh Saiful, omzet pendapatan selama pandemi  bertambah dua kali lipat dari biasanya dalam sekali panen dengan harga per kilogram lele yang dijual ke pengepul berkisar Rp 18.000 hingga Rp 20.000.

Sambung Saiful, Sebagian benih lele miliknya yang dipanenkan tersebut merupakan bantuan ketahanan pangan ditengah Covid-19 yang diberikan oleh Dinas Kelautan Kota Lhokseumawe.

(khaidir)