24 September 2017
redaksi pelita 8 (2438 articles)

Pemutaran Film Pengkhianatan G30S/PKI Warnai Malam Minggu di Aceh

Warga berbagai usia terlihat antusias nonton bareng (nobar) pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI di Lapangan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu malam (23/9/2017). PELITA8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI turut mewarnai kegiatan Malam Minggu masyarakat di beberapa daerah di Provinsi Aceh, terutama di lapangan terbuka maupun kedai atau warung kopi (cafe), termasuk di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Masyarakat Kota Lhokseumawe terlihat menonton bersama (nobar) film dokumenter-drama (docudrama) mengenai Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) itu di Lapangan Hiraq yang digelar oleh Kodim 0103/Aceh Utara. Karya sinematografi garapan sutradara Arifin C. Noer dan produser G. Dwipayana dari Perum Produksi Film Nasional (PPFN) pada 1984 itu ditayangkan melalui proyektor ke layar lebar di lapangan yang senantiasa dipadati warga.

Sementara itu, masyarakat di Aceh Utara juga menonton pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar ditiga lokasi tempat berbeda, diantaranya bisa menyaksikan di Lapangan Krueng Geukueh bersama Muspika Dewantara. Di lapangan ibukota kecamatan itu, warga berbagai usia terlihat antusias menonton film yang antara lain dibintangi oleh Amaroso Katamsi sebagai Soeharto dan Umar Khayam sebagai Soekarno. Bahkan, warga banyak yang tampak rela duduk lesehan di tengah lapangan untuk dapat menikmati tontonan ala layar tancap tersebut.

Warga nonton bareng (nobar) pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI disalah satu kedai kopi “Warkop Palda”, Kecamatan Dewantara bersama Detasemen Arhanud Rudal-001, yang lebih didominasi kalangan remaja dan pemuda sambil menikmati kopi, Sabtu malam (23/9/2017). PELITA8/Rahmat Mirza

Serta masyarakat Aceh Utara juga dapat menontonnya disalah satu kedai kopi “Warkop Palda” bersama Detasemen Arhanud Rudal-001, yang lebih didominasi kalangan remaja dan pemuda sambil menikmati kopi. Dan juga bisa nobar film G30S/PKI yang diputar melalui proyektor digital di Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (23/9) malam.

Salah seorang warga yang ikut nobar pemutaran film G30S/PKI di Lapangan Krueng Geukueh, Agus Hidayat (26) ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, dengan adanya nobar film G30S/PKI dirinya ingin mengetahui sejarah kejamnya pengkhianatan PKI, ia juga ingin mempelajari agar peristiwa semacam itu jangan terulang lagi di Indonesia. Dengan melihat film ini dapat mengenang para pahlawan yang telah gugur.

Kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain perwakilan dari organisasi Pramuka Saka Bahari, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) dan juga dihadiri para anggota keluarga TNI di Mako Lanal Lhokseumawe, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu malam (23/9/2017). PELITA8/Rahmat Mirza

Selain itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Lhokseumawe Letnan Kolonel Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal mengatakan, Pemutaran film ini dinilai penting untuk menambah pengetahuan sejarah sekaligus mengingatkan generasi muda serta memahami dan mengkaji film Pengkhianatan G30S/PKI, akan bahaya komunisme yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini juga sebagai tindak lanjut amanat yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Betapa ganasnya pemberentokan G30S/PKI, gerakan kebiadaban yang dilaksanakan penculikan para Jenderal Angkatan Darat. Karena disitu ada gerakan komunis mencoba untuk menggulingkan negara serta akan menggulingkan pancasila. Oleh karena itu, generasi pemuda kedepan harus betul-betul bisa paham terhadap partai-partai yang dapat membahayakan dan ancaman kepada negara kita,” kata¬†Danlanal Lhokseumawe.

Tujuan pemutaran film tersebut agar masyarakat dan generasi muda harus memahami dan mengkaji sejarah kelam bangsa Indonesia pada peristiwa pengkhianatan pada 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain perwakilan dari organisasi Pramuka Saka Bahari, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) dan juga dihadiri para anggota keluarga TNI, tampak bergabung dalam acara nonton bareng pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI tersebut, pungkas Letkol Laut (P) M.Sjamsul Rizal.

Penulis : Rahmat Mirza

Comments

comments