Pandemi, Berdampak Kepada Pembudidaya Ikan Nila

LHOKSEUMAWE – Sejak Lima bulan terakhir pandemi Covid-19, berdampak kepada pembudidaya ikan Nila diwilayah Kota Lhokseumawe. Turunnya pendapatan para pembudidaya ikan tersebut.

Menurut Saifullah (32) pembudidaya Ikan Nila, mungkin ini disebabkan karena memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masuk zona merah. Setiap orang yang masuk ke wilayah Kota Lhokseumawe harus melapor kepada Satgas Covid-19 Desa, untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid. biasanya saat panen para pengumpul dari luar Kota Lhokseumawe sudah mengambil ikan miliknya,Rabu (30/12/2020).

“Sejak adanya virus corona penjualan ikan nila berkurang, namun dua bulan terakhir ini mulai bangkit kembali meskipun belum maksimal. Kita harapkan semoga musibah ini cepat pulih agar para pembudidaya semangat kembali untuk menunjang perekonomian keluarga,” kata Saifullah.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, lima bulan terakhir setiap panen dirinya menawarkan hasil panen melalui media sosial. Seperti Facebook, Instagram dan Whastapp. Dengan memanfaatkan media sosial pembeli tidak harus datang ke tambak miliknya, tapi cukup lewat pesan maka akan diantarkan jika area masih di wilayah Kota Lhokseumawe. Harga ikan yang dijual perkilo dengan harga Rp 25.000

Disebutkan oleh Saifullah yang akrap disapa pak guru, sedangkan untuk ikan Lele meskipun adanya virus corona tidak berpengaruh kepada penjualan karena ikan lele banyak permintaan dengan berjamurnya rumah makan pecel lele di Kota Lhokseumawe.