12 September 2018
redaksi pelita 8 (2860 articles)

MOUNTAIN INTERNASIONAL FESTIVAL (GAMIFEST) 2018 ‘THE POWER OF NATURE’

PELITA8.COM – Provinsi Aceh sebenarnya memiliki kekayaan alam dan budaya yang tak ada habisnya untuk dinikmati oleh wisatawan, apalagi di wilayah tengah-tenggara Aceh. Dalam beberapa hari ini, keindahan Gayo dan Alas akan segera bisa dinikmati.

Festival Internasional Dataran Tinggi Gayo-Alas Siap Digelar Gayo merupakan nama suku kedua terbesar setelah Suku Aceh, yang tersebar di Takengon, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Sementara Alas adalah nama suku yang menempati Kabupaten di Aceh Tenggara, dengan nama ibukota Kutacane.

Atas kedatangan Presiden Joko Widodo setelah meresmikan Bandara Rembele Takengon pada 2 Juni 2016 di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Tekengon Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues di Gayo bersama Aceh Tenggara di Alas akan berpesta dalam gelaran bertajuk Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018. Dari kota dingin di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, eksotisme alam dan kekayaan budaya akan disajikan.

GAMIFest 2018 mengangkat tema ‘The Power of Nature’. Gelaran itu akan dibuka 14 September di Kota Takengon dan ditutup pada 24 November tiga bulan kemudian, di Blangkeujeuren Gayo Lues.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan GAMIFest merupakan pintu masuk untuk memulai program percepatan pembangunan di wilayah tengah Aceh. Sukses tidaknya GAMIFest ini akan berpengaruh pada sukses tidaknya percepatan pembangunan di kawasan tengah Aceh.

“Pelaksanaan GAMIFest ini harus benar-benar kita persiapkan agar mampu mendorong bangkitnya perekonomian dan bisnis pariwisata di wilayah dataran tinggi Gayo ini,” kata Nova di Banda Aceh.

Kegiatan GAMIFest juga akan memperkuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK ) Arun–Lhokseumawe sebagai program strategis pengembangan ekonomi di Aceh. Apalagi keempat wilayah tersebut [Aceh Tengah – Bener Meriah – Gayo Lues – Aceh Tenggara] memiliki potensi wisata serta agro industri yang cukup besar.

“Penyeenggaraan GAMIFest bukan hanya mewujudkan dataran tinggi Gayo sebagai kawasan dynamic agro-ecology dan kawasan penggerak ekonomi hijau di Aceh, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kawasan berbasis Agro Forestry, Agro Industry dan Agro Tourism sesuai potensi daerah dan mampu menempatkan dataran tinggi Gayo dalam peta destinasi nasional,” kata Nova Iriansyah.

GAMIFest ditargetkan menjadi ajang mempromosikan Gayo dan Alas tidak sebatas sebagai top event-nya Aceh, melainkan menjadi top event nasional yang didukung dengan ragam pesona wisata dan budaya.

Pada gelaran GAMIFest yang akan dimulai pekan depan, tarian Saman akan kembali menjadi ‘jualan’ istimewa. Jika tahun 2017 lalu, sekitar 12 ribu penari menari Saman serentak, maka pada gelaran GAMIFest, ada 15 ribu penari yang akan memainkan tari tradisi itu secara serentak di Gayo Lues.

Bersamaan dengan Saman massal, ada Saman Roa Ingi, yaitu Saman yang dimainkan tanpa henti selama dua hari dua malam. Kelompok Saman dari 140 desa akan menabuh tangan bersama, menggelengkan kepala dengan serentak sembari dibimbing syeh. Menarik bukan?

Jika ingin menikmati sajian Saman massal dan Saman Roa Ingi, harap bersabar. Keduanya menjadi sajian puncak yang akan dipentaskan pada penutupan GAMIFest 2018. Jadi, sebaiknya nikmati wisata lain terlebih dahulu sambil belajar sejarah Gayo dan Alas. Karena pada akhir kegiatan, semua akan mencapai klimaks dengan tampilan memesona 15 ribu penari Saman Gayo.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, melalui Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Ramadhani , telah merilis dua puluhan event kebudayaan dan pariwisata yang diusung oleh komunitas di Takengon, yakni tari massal, handycraft and photo expo, Pentas Wonderful Gayo Alas, Coffee and Culine]ary Festival, Jet Ski Exhibition yang akan digelar di Danau Laut Tawar, Paramotor Show, Takengon Rafting di Sungai Peusangan, Pawai Budaya Gayo Alas, Pacu Kuda Tradisional, Lomba Perahu Tradisional, Camping 100 Tenda, dan beragam atraksi lainnya.

Sementara di Kabupaten Bener Meriah akan digelar Festival Panen Kopi, Burni Telong Expidition, serta Aceh Bike Cross Country. Demikian dengan di Kabupaten Aceh Tenggara atau Kutacane, Festival Arung Jeram dan Festival Leuser Agara akan menjadi rangkaian GAMIFest. Kabupaten Gayo Lues juga akan turut serta dengan menghadirkan Saman sebagai andalan, dengan menghadirkan Festival Budaya Saman lewat even Saman Sara Lo Sara Ini atau Saman Dua Hari Dua Malam, dengan melibatkan 11 Kampung di 11 Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Program ini merupakan gagasan Flatfom Indonesiana yang menggandeng Kemendikbud RI dengan pemerintah daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit tersebut. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka GAMIFest 2018 di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah, pada 14 September mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues, Syarfuddin, mengatakan, dalam GAMIFest itu, akan ada workshop Saman pada perwakilan negara lain. Di mana, disebutkannya, ada beberapa negera sahabat yang akan terlibat dalam pentas Saman 15 ribu peserta itu. Usai itu, nantinya juga akan dibangun Saman Centre di Gayo Lues.

“Saman telah menjadi warisan budaya dunia. Seluruh dunia akan terlibat memainkan Saman, dan Saman dapat menjadi ikon harmoni di bumi,” Pungkasnya Syafruddin. (Adv)

 

Comments

comments