Danguskamla Armada I Laksma TNI Haris didampingi Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Dimmi Oumry dan Pabans Ops Guskamla Letkol Laut (P) Anro Casanova. Foto : Rahmat Mirza

Modus Baru Rohingya Yang Terdampar di Aceh Timur, Ini kata Danguskamla

Tampilkan Pos

ACEH TIMUR – Sebanyak 81 Rohingya yang terdampar di Pulau Idaman, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, pada Jumat pagi (4/6/2021) kini masih berada di pulau tersebut.

Mereka kini ditangan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur.

Pengungsi Etnis Rohingya berkumpul depan tenda BNPB di Pulau Idaman Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, Sabtu (5/6/2021). Foto; Rahmat Mirza

Pengungsi Etnis Rohinya tersebut ditinjau langsung Danguskamla Armada I Laksamana Pertama TNI Haris Bima didampingi Asisten 1 Pemkab Aceh Timur Safrizal, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Dimmi Oumry, Pabans Ops Letkol Laut (P) Anro Casanova.

Danguskamla Armada I Laksamana Pertama TNI Haris Bima didampingi Pabans Ops Letkol Laut (P) Anro Casanova meninjau langsung kapal yang digunakan oleh Etnis Rohingya di Kawasan Pulau Idaman, Aceh Timur, Jumat malam (4/6/2021).

Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada I Laksamana Pertama TNI Haris Bima mengatakan, kami disini merupakan sektor dari pada operasi keamanan laut, tugasnya menjaga keamanan wilayah perairan selat malaka, terkait dengan adanya pengungsi Rohingya tadi, memang sudah menjadi intens dari pada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Panglima Armada 1 untuk diadakan operasi di sini. Pada saat kita sedang operasi disini, ada info bawah ada pengungsi Rohingya terdampar di perairan Aceh Timur.

Namun, dengan catatan ternyata mereka menggunakan rute yang baru, mereka juga menggunakan modus operasi atau peralatan yang baru, kalau biasanya mereka menggunakan kapal kayu, sekarang mereka menggunakan kapal besi.

Kapal ditumpangi 81 Etnis Rohingnya terdampar di Pulau Idaman, Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (4/6/2021). Foto; Rahmat Mirza

Nah saya kira ini, kita perdalami dan pelajari untuk bisa mengatur strategi pola operasi di wilayah ini. Menyikapi Rohingya ini tadi, kita ada dua KRI di perairan yang ada disini, mulai dari Belawan sampai Sabang.

Antisipasi keamanan laut adanya rombongan Rohingya lainnya, Pesawat TNI AL melakukan patroli udara di kawasan Pulau Idaman Aceh Timur dan Perairan Selat Malaka, Sabtu (5/6/2021). Foto; Rahmat Mirza

Dan besok kita juga terbangkan pesawat udara untuk monitor perairan sekitar sini, yang kami khawatirkan di belakangnya pengungsi ini masih ada rombongan pungungsi lain moga-moga bisa kita deteksi dari udara, sehingga bisa kita antisipasi keamanan di laut, kata Danguskamla Armada I Laksma TNI Haris didampingi Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Dimmi Oumry dan Pabans Ops Guskamla Letkol Laut (P) Anro Casanova.

Sementara itu, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Dimmi Oumry mengatakan, mengenai terdamparnya etnis Rohingya itu berdasarkan informasi dari panglima laot bahwa mereka menggunakan satu perahu berjumlah 81 orang.

Mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung bergerak ke lokasi yang berada di Pulau Idaman untuk mengecek. Melihat dari sisi kemanusiaan mereka tetap ditampung sebagai pengungsi dan untuk sementara warga Rohingya itu ditempatkan di tenda darurat.

“Untuk penanganan mereka selanjutnya itu kita tetap berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah setempat (Pemkab Aceh Timur) bagaimana. Lagi pula ini dalam kondisi pandemi Covid-19 maka perlu dilakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu,” ujarnya.

“Sebenarnya warga Rohingya itu tujuan arahnya ke Malaysia, tapi alasannya terdampar masuknya kemari (Aceh),” kata Dimmi Oumry kepada wartawan. []