Pelita 8
News

Medco Minta Dukungan Untuk Kembangkan Migas Aceh

Manager of Relations dan Security PT Medco E&P Indonesia, Drajat Iman Panjawi, saat dialog bersama BPMA dan PT Medco E&P Malaka dengan para jurnalis, di Hotel The Royal, Idi Rayek, Aceh Timur, Selasa, (13/11/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

ACEH TIMUR – PT Medco E&P Malaka terus berupaya mengembangkan potensi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Aceh Timur sebagai tanggung jawab yang diberikan oleh pemerintah. Perusahaan itu membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan termasuk media massa.

Medco menilai peran media atau jurnalis melalui pemberitaan yang positif akan ikut menciptakan iklim kondusif bagi peningkatan investasi di Aceh. Hal ini disampaikan Manager of Relations dan Security PT Medco E&P Indonesia, Drajat Iman Panjawi, saat dialog bersama BPMA dan PT Medco E&P Malaka dengan para jurnalis, di Hotel The Royal, Idi Rayek, Aceh Timur, Selasa, (13/11).

Kegiatan dialog bersama ini dilaksanakan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bekerjasama dengan PT Medco E&P Malaka yang diikuti para jurnalis dari Banda Aceh, Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Manager of Relations dan Security PT Medco E&P Indonesia, Drajat Iman Panjawi mengatakan, pemberitaan media massa yang konstruktif akan mampu membentuk opini positif serta mempertahankan iklim kondusif guna mendukung pembangunan ekonomi di Aceh.

Pentingnya peran media massa tersebut, maka Medco E&P Malaka bersama semua perusahaan migas yang beroperasi di Aceh berusaha untuk terus-menerus berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para wartawan.

“Ini bertujuan agar dapat meningkatkan pemahaman tentang industri hulu migas, sehingga industri itu dapat terus berkembang dan berdampak positif bagi masyarakat dan pemerintah,” kata Drajat Iman Panjawi.

Plt. Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Muhammad Najib dialog saat bersama BPMA dan PT Medco E&P Malaka dengan para jurnalis, di Hotel The Royal, Idi Rayek, Aceh Timur, Selasa, (13/11/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

Plt. Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Muhammad Najib, berharap dengan adanya dukungan dari jurnalis melalui pemberitaan yang berimbang akan dapat membantu memberikan kenyamanan bagi para investor untuk terus berinvestasi di Aceh.

“Kalau perusahaan migas bisa beroperasi di Aceh, tentunya akan berimplikasi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk peningkatan pendapatan di tingkat pemerintah daerah maupun provinsi,” pungkas Muhammad Najib. (*)

Comments

comments

Related posts

Kemristekdikti Targetkan 14.000 Doktor baru pada 2019

redaksi pelita 8

Ketua Lasqi Aceh Sambut Fajar, Juara Voice of Ramadhan

redaksi pelita 8

Pasangan Mesum Dimandikan Dalam Bak Meunasah

khaidir mg