21 Juni 2019
redaksi pelita 8 (3281 articles)

Mayor Laut Ricky, Putra Aceh Perkuat Perairan Selat Malaka dengan Armada KRI Siwar 646 hingga “Saweu Gampong” di Lhokseumawe

ACEH UTARA – Kapal Perang RI (KRI) jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Siwar 646 memperkuat jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada 1. KRI ini dilengkapi sejumlah persenjataan canggih. Salah satunya adalah peluru kendali dua set rudal C-705. Selain itu, ada pula meriam kaliber 30 mm dan enam laras panjang. Ada juga dua unit senjata kaliber 20 mm yang berada di anjungan kapal.

Komandan KRI Siwar 646 yang di komandani Mayor Laut (P) Ricky Intriadi adalah putra terbaik Aceh yang kini dipercayakan menjadi kapal perang di jajaran Komando Armada 1 TNI Angkatan Laut.

Ricky sosok pria yang berpostur tinggi tersebut kelahiran Lhokseumawe 6 Agustus 1980 merupakan Perwira TNI AL lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2002.

Sebelum meniti karir di TNI Angkatan Laut, semua pendidikannya mulai dari SD hingga SMA dijalaninya di Sekolah Yapena PT. Arun, begitu selesai SMA, menjalani pendidikan di AAL dan lulus tahun 2002. Jadi sebelumnya, saya menghabiskan waktu pendidikan di Lhokseumawe, kata Ricky.

Komandan KRI Siwar-646 Mayor Laut (P) Ricky Intriadi mengatakan, persinggahannya tersebut untuk mengisi bekal ulang dalam misi melaksanakan patroli keamanan di perairan Selat Malaka dan juga sekalian “Saweu Gampong” (menjenguk kampung halaman).

Menurut Mayor Ricky, situasi keamanan di perairan Selat Malaka semakin kondusif, ini tidak terlepas dengan adanya patroli rutin Kapal Perang RI (KRI), sehingga menurunya angka kejahatan di jalur pelayaran paling padat di dunia.

Setiap hari ada KRI yang melakukan patroli khususnya di perairan Selat Malaka. Keamanan perairan Selat Malaka semakin aman dan kondusif. Sejauh ini belum ditemukan hal yang negatif atau mencurigakan.

“Kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya. Apabila ada informasi mungkin bisa disampaikan ke kami dilapangan sehingga bisa dilaksanakan penindakan terkait kejahatan di laut,” kata Komandan KRI Siwar-646, Mayor Laut (P) Ricky Intriadi kepada awak Jurnalis saat bersandar di Pelabuhan Asean Krueng Geukeuh, Jumat (21/6/2019).

Dengan adanya patroli seperti ini, mereka para penjahat laut juga akan berpikir untuk melakukan penyelundupan. Namun satu atau dua tetap ada celah mereka, karena keterbatasan juga informasi yang kita dapatkan, ungkap Mayor Ricky.

Selain itu, Ricky juga menyebutkan turun dari atas kapal perang saat sandar di Pelabuhan Asean Krueng Geukueh, dirinya menuju ke sekolahnya di Yapena atau sekarang dikenal Modal Bangsa (Mosa) Arun di Komplek Arun dengan memberikan motivasi kepada para pelajar dan juga sekaligus silaturahmi dengan para dewan Guru. Dengan adanya motivasi tersebut dapat lebih memotivasi lagi minat generasi muda terhadap TNI AL.

Untuk menumbuh kembang minat generasi muda Aceh di bidang kemaritiman, dirinya melakukan Open Shift atau kunjungan bagi masyarakat yang ingin melihat suasana di kapal KRI Siwar 646. Dimana para pengunjung dapat melihat langsung suasana di atas kapal sehingga akan berpengaruh terhadap kecintaannya kepada dunia bahari, ujarnya.

Mayor Laut Ricky menambahkan, sebelumnya KRI Siwar berangkat dari Dumai, Provinsi Riau menuju Belawan, Sumatera Utara, lalu melakukan patroli laut hingga berlabuh di Pelabuhan Asean Krueng Geukueh, kawasan Lanal Lhokseumawe. Selama beberapa hari ke depan. Nantinya KRI ini akan kembali melanjutkan patroli di wilayah perairan Selat Malaka. [RM]

Comments

comments

makan jeruk