26 Agustus 2019
redaksi pelita 8 (3292 articles)

Massa IKBAL Gelar Aksi Tuntut PT BAS & PT PHE Kembalikan Hak Konsesi Atas Tanah Masyarakat Blang Lancang

LHOKSEUMAWE – Ratusan massa Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) menggelar aksi damai di depan pintu masuk utama eks Kilang LNG PT Arun NGL, Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin (26/8/2019).

Terlihat peserta aksi menggunakan pakaian putih dan membawa bendera merah putih disertai dengan umbul-umbul pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka juga mendirikan tenda dan masak bersama dilokasi aksi tersebut.

Untuk diketahui, di dalam Kompleks eks Kilang LNG PT Arun, Blang Lancang saat ini beroperasi PT Perta Arun Gas (PAG), PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Patra Badak Arun Solusi (PBAS). Ketiga anak perusahaan PT Pertamina (Persero) tersebut beroperasi sesuai bidang usaha masing-masing.

Dalam aksi damai itu, sebagian massa kaum emak-emak menuntut PT BAS dan PT PHE mengembalikan hak konsesi atas tanah masyarakat Keluarga Blang Lancang. Dalam aksi itu mereka membawa sejumlah poster. Di antaranya bertuliskan, “Pak Presiden Tolong Kami, Laksanakan Reformasi BUMN Sejati diatas Tanah Kami Masyarakat Blang Lancang. “Reformasi BUMN…!! PT BAS dan PT PHE, Kami Bukan Sapi Perahan Tetapi Kami Rakyat Pemilik Lahan”, “Kembalikan Hak Konsesi Atas Tanah Kami”.

Aksi damai tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak Polres Lhokseumawe. Dalam aksi itu, massa IKBAL turut memutar rekaman pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas Percepatan Penyelesaian Masalah Pertanahan, di Istana Presiden RI, 3 Mei 2019.

Ketua IKBAL T. Sultan Jufri mengatakan, pihaknya sebagai pemilik konsesi di Blang Lancang meminta Presiden RI, Jokowi, mencabut konsesi terhadap PT PHE dan PT BAS. Pasalnya, perusahaan itu tidak melibatkan masyarakat dalam konsesi. “Masyarakat Blang Lancang juga bagian dari negara yang telah rela mengorbankan harta untuk kepentingan negara demi mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” kata Jufri.

Menurut Jufri, Presiden RI telah berjanji, apabila di tengah lahan konsesi ada sebuah desa dan masyarakatnya ingin bagian dari konsesi itu, maka libatkan mereka sebagai pemilik konsesi tersebut. “Apabila tidak dilibatkan maka cabut saja konsesinya, dan kami tagih janji itu,” katanya.

Dia menyebutkan, jika tuntutan itu tidak digubris perusahaan, maka pihaknya akan terus menggelar aksi meminta dicabut konsesi terhadap PT BAS dan PT PHE. “Kami juga meminta kepada Presiden RI agar sesegera mungkin mencabut konsesi mereka (perusahaan) dari tanah leluhur warga Blang Lancang,” tegas Jufri.

Sementara itu, massa IKBAL yang menggelar aksi damai itu kemudian disambut pihak PT PHE, Umar Z. Abidin (Lead Operation PT PHE), Danie Mustafa (Plant Gas Operations PT PHE NSB-NSO Superintendent), dan H. Saifuddin Ali (Supervisor Security PT PHE).

Plant Gas Operations PT PHE NSB-NSO Superintendent, Danie Mustafa mengatakan, aspirasi masyarakat itu akan ditampung. PHE merupakan bagian operasi dan menjalankan fungsi-fungsi operasi untuk menstabilkan mengenai suplai gas ke PT PIM dan lainnya. Terkait permasalahan yang disampaikan masyarakat mengenai konsensi maupun program yang ada, itu kita nanti akan membicarakan dengan pihak terkait di PT PHE.

“Mengapa kita selama ini belum silaturahmi bersama masyarakat, karena sebagaimana diketahui bahwa kita masih melakukan perundingan-perundingan dengan pihak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terkait perpanjangan kontrak PT PHE,” kata Danie M.

“Kita harapkan jangan sampai terganggu operasi perusahaan. Salah satu untuk meningkatkan keandalan itu adalah shutdown atau beroperasi, karena setelah sepeninggal dari PT Arun dan ExxonMobil ini sudah lama tidak kita lakukan, kan begitu,” pungkas Danie.[RM]

Comments

comments

makan jeruk