3 April 2017
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Mahasiswa Unimal Buat Briket Sekam Padi untuk Bahan Bakar Alternatif

ACEH UTARA- Mahasiswa Universitas Malikusaleh (Unimal), Aceh Utara, membuat briket arang sekam padi sebagai bahan bakar untuk warga Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Kuta makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan itu dilakukan oleh kelompok 65 mahasiswa KKN-PPM Unimal yang sedang mengabdi di desa tersebut.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik, Unimal, Aceh Utara, Wandermawan, mengatakan, dirinya ingin memperkenalkan kepada warga desa itu bagaimana cara membuat briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar lainnya. Ini merupakan salah satu upaya dalam menanggulangi untuk mengurangi timbunan sampah di desa.

“Briket ini menjadi salah satu cara alternatif dalam hal krisis energi, sedangkan untuk bahan baku yang kita manfaatkan yaitu sekam padi, tepung kanji, bambu, dan alat penjemuran,” kata Wandermawan, Senin (3/4/2017).

Ia menambahkan, masyarakat di desa itu menyambut baik dengan adanya bahan bakar dari sampah organik tersebut, terlebih briket sampah tidak terlalu sulit. Untuk proses pembuatannya adalah bahan baku berupa sampah itu dibakar terlebih dahulu dalam tabung tertutup.

“Jika dibakar dalam tabung terbuka, maka sampah yang dibakar akan menjadi abu, pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau bak dibawah tanah. Setelah menjadi arang, kemudian digiling atau ditumbuk hingga berbentuk bubuk arang,” ujar Wandermawan.

Lanjutnya, kelebihan briket itu dibandingkan dengan arang biasa, daya panasnya lebih tinggi dan tahan lama. Untuk itu diharapkan warga bisa mengembangkan atau dikelola dengan baik sampah organik, supaya bisa menghasilkan yang bermanfaat.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Cut Ajidah, mengatakan, saat ini minyak tanah yang sudah mulai langka, harga gas elpiji pun melambung tinggi. Hal ini juga menjadi pertimbangan untuk segera menciptakan bahan bakar alternatif yang mudah didapatkan, yang memiliki manfaat seperti bahan bakar lainnya. Menurutnya, briket ini sangat membantu masyarakat setempat.

Penulis: Nurul Silvia H65
Editor : Zielva

 

Comments

comments