Pelita 8
Seputar Kampus

Mahasiswa KKN Unimal Olah Air Beras dan Kelapa Jadi Pupuk Organik Cair

ACEH UTARA- Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) sedang mengabdi di Gampong Dayah Meunara, Kecamatan Kuta Makmur, mengadakan sosialisasi dan pelatihan cara membuat pupuk organik cair dari air cucian beras dan air kelapa. Kegiatan itu diikuti warga gampong setmpat yang dilaksanakan di Meunasah Gampong setempat, Sabtu (14/9/2019)

Mahasiswa Fakultas Pertanian, Erlinda menyebutkan pihaknya menggunakan air cucian beras dan air kelapa untuk diolah jadi pupuk lantaran bahan-bahan tersebut mengandung unsur hara N, P, K, S, Fe, dan Ca. Selain itu juga ada ditambah bahan lain, yakni gula merah dan Effective Microorganisms 4 (EM4).

Untuk diketahui, Teknologi EM4 adalah teknologi budidaya pertanian untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah dan tanaman, dengan menggunakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Dia menjelaskan EM4 mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri dari bakteri Asam Laktat (Lactobacillus Sp), Bakteri Fotosentetik (Rhodopseudomonas Sp),Actinomycetes Sp, Streptomyces SP dan Yeast (ragi) dan Jamur pengurai selulose, untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh akar tanaman.

“Saat ini masyarakat tentunya masih tidak mengetahui jika air cucian beras itu banyak manfaatnya, padahal jika di fermentasikan dengan gula merah dan EM4 dengan mudah diserap oleh tanaman, penggunaan gula merah dilakukan sebagai makanan untuk bakteri pengurai sehingga tanah yang diberi POC ini dapat menyediakan unsur hara yang lebih banyak untuk tanaman,”tuturnya.

Dia menjelaskan semua bahan dicampurkan lalu di aduk dengan rata, bahan yang sudah tercampur dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas. Setelah proses fermentasi 15 hari akan dapat digunakan. Menurut, Erlinda, jika pupuk organi cair itu dengan bau  tape atau bau asam maka berhasil , babila berbau busuk maka gagal.

Untuk aplikasi dilakukan pada tanah dan daun. Pengaplikasian daun dilakukan dengan dosis 10 ml POC dan ditambahkan air 1 liter kemudian di semprotkan ke tanaman. Kemudian untuk pengaplikasian tanah dengan dosis 20 ml dengan air sebanyak 5 liter, metode aplikasi dilakukan pada tanah dengan cara disemprot.

“Salah satu rahasia keberhasilan POC dengan penggunaan selang. Hubungkan selang udara dari botol yang berisi POC dengan botol yang berisi air. Hal ini dimaksudkan agar gas-gas akan keluar dengan sendrinya tidak perlu dilakukan pembalikan,”ujarnya.

Pupuk tersebut nantinya untuk merangsang pertumbuhan tanaman mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah. Selain itu tanaman yang diberikan POC ini dapat meningkatkan zat hijau daun sehingga tananaman lebih hijau.

“Mudah-mudahan ilmu yang kami sampaikan hari ini bisa diterima dengan baik dan kedepannya menjadi bermanfaat bagi masyarakat sekitar,”pungkasnya.

Penulis : Humas Mahasiswa KKN Kelompok 78, Maulana Ardiansyah
Editor : Mul

Comments

comments

Related posts

Tak Ada Beasiswa, Mahasiswa Aceh Yang Mendaftar di IPB Bogor, Turun

redaksi pelita 8

Kalvin, Ketua Baru IMPKL

redaksi pelita 8

Pemerintah Aceh Tandatangani MoU dengan STPN Yogyakarta

pelita8