16 April 2018
redaksi pelita 8 (2698 articles)

Lumpuh Tak Berdaya, Harap Biaya Pengobatan dan Kursi Roda

Khadijah (55) setahun lumpuh tak mampu berobat karena tidak punya biaya, ia hanya duduk di pondok depan rumahnya, – Foto : Rizki Sitompul (15/4).

Khadijah (55)  warga Tgk. Di Balee kecamatan Tanah Luas hanya bisa terduduk lemas di pondok tua depan rumahnya, sejak setahun terakhir ia tak kuasa bergerak bebas karena mengalami kelumpuhan.

Untuk melakukan aktivitas seperti makan dan shalat Nek Khadijah sangat bergantung pada suaminya, shahrul.

“Saya hanya tinggal berdua dengan suami saya. Kalau mau makan dan shalat saya harus menunggu suami saya dulu untuk di gopoh. Biasanya jika saya bosan saya di bawa ke pondok depan rumah saya ” ujar Khadijah,  Minggu (15/4)

Menurut Khadijah tangan dan kaki kirinya tiba-tiba hilang rasa dan tak bisa bergerak, lalu  ia di tolong warga sekitar, peristiwa ini terjadi setahun lalu.

Khadijah hanya bisa mengandalkan pengobatan alternatif (berobat kampung) seadanya sementara untuk pengobatan medis mereka tidak sanggup, kemiskinan membuat keluarga ini tak berdaya.

Suaminya Shahrul hanya petani dengan penghasilan hanya cukup untuk makan saja.

Mahasiswa KKN Unimal dari Kelompok 39 saat berkunjung ke rumah Khadijah – Foto: Rizki Sitompul (15/4).

Kelompok 49 Mahasiswa KKN Unimal yang berkunjung ke rumah  Nek Khadijah disambut dengan tangisan. Mahasiswa hanya bisa mendengar keluhan Nek Khadijah yang merindukan uluran tangan dermawan, selama ini dia juga menunggu perhatian pemerintah.

” jika ada kursi roda dan biaya pengobatan tentu akan sangat membantu, kasian suami saya tidak bisa cari rezeki, tapi apa mungkin ada yang bantu kami? saya dengar ada bantuan dari pemerintah tapi sudah setahun ini belum ada yang datang, saya pasrah saja sama Allah”, ungkap Khadijah.

Geuchik (kades) Tgk di balee Amrizal, membenarkan  Khadijah memang keluarga tidak mampu.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, untuk mencari bantuan kami tidak paham jalurnya, kalo boleh tolong adek-adek mahasiswa bantu” harap Geuchik.

Penulis : Rizki Sitompul
Editor  : ZulSyarif

Comments

comments