Ayi Jufridar (komisioner KIP Aceh Utara) dan Ridwan Hadi (Ketua KIP Aceh) memberikan pencerahan kepada Pemilih Pemula di Aula Meurah Silue Unimal Lancang GaramLhokseumawe, Senin (17/10) - Foto : Dok.LPPM

LPPM : Pemilih Pemula Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Ayi Jufridar ( Anggota KIP Aceh Utara) dan Ridwan Hadi (Ketua KIP Aceh) memberika pencerahan kepada Pemilih Pemula di Aula MeurahSilue Unimal Lancang Garam Lhokseumawe, Senin (17/10) - Foto.Dok.LPPM
Ayi Jufridar ( Anggota KIP Aceh Utara) dan Ridwan Hadi (Ketua KIP Aceh) memberika pencerahan kepada Pemilih Pemula di Aula MeurahSilue Unimal Lancang Garam Lhokseumawe, Senin (17/10) – Foto.Dok.LPPM

LHOKSEUMAWE – sekitar 50 remaja  yang terdaftar sebagai pemilih pemula di kot a Lhokseumawe dan Aceh Utara mengikuti pendidikan politik di Aula Meurah Silue gedung Pasca Sarjana Universitas Malikussaleh (Unimal) lancang Garam Lhokseumawe, Senin (17/10).

Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) unimal bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) aceh Utara berlangsung sejak kemarin, Minggu (16/10).

“Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh yang berlangsung tak lama lagi saya kira pemilih pemula ini harus diperhatikan secara khusus agar mereka paham dan termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam pilkada untuk menyalurkan hak-hak politiknya sebagai warga negara “ Jelas Ketua LPPM Yulius Dharma.

Selama dua hari para peserta mendapatkan pencerahan tentang tahapan pelaksanaan Pilkada dan hak politik warga negara yang disampaikan oleh Ridwan Hadi Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh,

“ Mereka rentan untuk dimanfaatkan oleh pihak berkepentingan jika tidak memahami politik, semua warga negara wajib pro aktif mengikuti perkembangan politik bangsanya sehingga tidak mau tergilas oleh para elit” kata Ridwan Hadi.

Selain Ridwan Hadi Ayi jufridar dari KIP Aceh Utara juga ikut memberika pencerahan, ia menyarankan agar para pemilih pemula hadir ke Tempat pemungutan Suara (TPS) untuk memilih calon kepala Daerah dan jangan menggadaikan satu suaranya hanya dengan Rp. 50.000

“Satu suara kita akan menentukan kebijakan lima tahun mendatang, gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani, tanpa pengaruh dari pihak manapaun apalagi pengaruh uang, yang lebih penting jangan golput (golongan putih)” pinta Ayi.

Dikesempatan yang sama juga turut hadir Ketua Panitia Pengawas pemilih (Panwaslih) Kota Lhokseumawe H.Muhammad AH, agar pemilu berjalan dengan baik iamengharapkan semua pihak ikut mengawasi jalannya Pilkada sehingga pemimpin yang terpiih nantinya benar-benar sesuai dengan harapan rakyat atas penyelenggaraan pilkada yang berkualitas tanpa kecurangan.

MG