7 Mei 2019
redaksi pelita 8 (3119 articles)

Kronologi Aidil Bunuh Keluarganya, Sang Istri Sempat Kirim SMS ke Tetangga

LHOKSEUMAWE – Tim Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe akhirnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap Irawati Nurdin (35) bersama dua anak kandungnya Zikra (13) dan Yazid berusia (1,5) di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Dari hasil penyelidikan ketiganya tewas setelah ditikam oleh suami ketiganya, Aidil Ginting (40).

Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, menceritakan kasus pembunuhan ini terungkap setelah polisi mendalami laporan warga. Ada tiga mayat yang ditemukan di dalam rumah (korban) berlantai dua tersebut. Diantaranya mayat pertama ditemukan ditangga lantai dua adalah mayat Zikra (13) yang kondisi lehernya ditusuk. Di ruang utama polisi menemukan jenazah Irawati (35) yang sudah dalam kondisi leher terputus. Kemudian mayat Yazid berusia (1,5) ditemukan petugas di bak mandi di dalam kamar utama,” kata AKP Indra.

Terungkap kasus ini, Kasat Reskrim AKP Indra mengungkapkan, sebelum ditemukan tewas, Irawati sempat meminta pertolongan kepada seseorang melalui pesan SMS. “Setelah kita olah TKP, kita dapat laporan dari seorang saksi. Pada pukul 01.25 WIB tadi, saksi tersebut mendapat pesan SMS dari korban Irawati. Dia meminta tolong kepada saksi. Pada pukul 01.45 WIB, saksi membalas pesan tersebut. Namun tidak ada respons lagi dari korban. Kita perkirakan tewasnya korban di antara pukul 01.25 hingga 01.40 WIB,” kata Indra saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (7/5/2019) sore.

Indra menambahkan, salah satu anak korban ada yang menyelamat diri saat terjadi peristiwa pembunuhan sadis itu. Salah satu anak Irawati bernama Zikri (5) selamat setelah meloncat dari rumah berlantai dua kediamannya dan lalu meminta pertolongan warga. Tak lama kemudian, masyarakat setempat masuk ke dalam rumah itu dengan mendobrak salah satu pintu.

“Kedua anak korban yang tewas itu merupakan anak dari suami sebelumnya. Suami pertamanya meninggal, kedua sudah cerai. Dan Suami ketiga adalah pelaku ketiga korban yang baru menikah selama 4 bulan. Pelaku sendiri kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan,” ujar Indra.

Setelah melakukan pemeriksaan terkait posisi Aidil melalui informasi, kata Indra, polisi lalu mengetahui keberadaannya ada di Banda Aceh. Lalu Tim Reskrim Polres Lhokseumawe berkoordinasi dengan Tim Jatanras Polda Aceh, yang kemudian melakukan penangkapan tersangka Aidil di Simpang Lambaro, Aceh Besar, arah ke Bandara Sultan Iskandar Muda. “Ketika itu tersangka sedang duduk di sana dekat tugu bundaran simpang Lambaro,” kata Indra.

Polisi terpaksa menghadiahkan timah panas untuk melumpuhkan tersangka karena sempat melakukan perlawanan saat disergap. “Saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka terpaksa harus ditembak kakinya dikarenakan hendak melawan petugas,” katanya.

Indra menyebutkan, senjata yang digunakan Aidil untuk melakukan pembunuhan itu berupa pisau lipat yang ditemukan di dalam tas tersangka. Selain itu juga ditemukan satu tas berisikan peralatan tukang.

Setelah ditangkap, tersangka sempat dibawa ke Polda Aceh. Tidak lama kemudian, tersangka langsung dibawa ke Polres Lhokseumawe.

Dalam kasus ini, polisi menerapkan pasal tentang pidana pembunuhan subsider pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Indra mengaku hingga saat ini pihaknya belum bisa mengambil keterangan terkait motif pembunuhan tersebut. Sebab, pelakunya masih berkelit dengan berpura-pura memiliki gangguan.

“Untuk motifnya belum bisa kami jelaskan. Karena tersangka belum bisa kami periksa, dia sampai saat ini berpura-pura memiliki gangguan. Namun kami yakin dia tidak ada gangguan. Kita akan periksa terus,” pungkas Indra. (RM)

Comments

comments

makan jeruk