13 April 2018
redaksi pelita 8 (2814 articles)

Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Konsumsi Air Irigasi

Air irigasi yang di gunakan warga untuk mandi, cuci kakus (MCK), sekaligus untuk masak dan minum bagi warga yang tidak mampu membeli air bersih, Lokasi : Desa Alue Itam Baroh Kecamatan Lhoksukon, Aceh.Utara – Foto : Anto Brampu (13/4)

ACEH UTARA  – Sejumlah Desa di wilayah Aceh Utara mengalami krisis air bersih. Humas Kelompok 33 Mahasiswa KKN Unimal  di Gampong (desa_red)  Pulo Blang kecamatan Tanah Luas melaporkan untuk keperluan sehari- hari  warga setempat  hanya  bisa mengandalkan  air kali atau sumur keruh yang ada di pemukiman untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci pakaian, perabot rumah tangga dan  mandi.

“Kondisinya sangat memprihatikan, warga terpaksa mengkonsumsi air keruh karena tak punya pilihan, mereka bisa di ancam berbagai penyakit  kecuali punya uang bisa beli air bersih di kampung tetangga yang jaraknya relatif jauh” ujar ketua kelompok 33 Musliadi Salidan.

Ainol Fitri (35), warga Pulo Blang membenarkan, untuk mendapatkan air bersih mereka harus sabar mengantri di Gampong Rangkaya dan membayar dengan harga 15 ribu hingga 35 ribu rupiah per drum.

“Ini sangat menyulitkan, kami” keluh Ainol.

Kondisi ini sudah berlangsung tahunan dan sudah menjadi bagian kehidupan warga Pulo Blang lanjut Ainol. Karena itu mereka berharap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bisa masuk ke wilayah ini untuk melakukan instalasi jaringan pipa air bersih.

Kondisi beberapa sumur di desa Pulo Blang Tanah Luas, Aceh Utara, airnya keruh dan tak layak konsumsi – Foto : iim Shaliha (13/4).

Kondisi yang sama juga terjadi di Gampong Alue Itam Baroh kecamatan Lhoksukon. Catatan survei mahasiswa KKN kelompok 14 menyebutkan warga terpaksa memanfaatkan air irigasi yang keruh dan kotor untuk keperluan sehari-hari. Bagi yang punya uang membeli air bersih untuk masak dan minum, sementara yang tak mampu air irigasi tetap jadi pilihan.

Penulis : iim K33 & Anto Brampu K14
Editor  : ZulSyarif

Comments

comments