23 Juli 2017
redaksi pelita 8 (3124 articles)

KRI Torani-860 Patroli Perairan Selat Malaka

Sebanyak dua kapal perang Republik Indonesia (KRI), milik TNI AL berlayar memperkuat wilayah Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) di sepanjang Perairan Selat Malaka dari gangguan keamanan dan pelanggaran di laut. Kedua kapal itu yakni KRI Parang-647 dan KRI Torani-860 saat ini bersandar melakukan pengisian bahan bakar dan logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Minggu (23/7/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE –  Kapal Republik Indonesia (KRI) Torani-860 merupakan kapal perang Republik Indonesia hasil karya cipta putra-putri terbaik bangsa yang di produksi oleh PT Karimun Anugerah Sejati, Batam untuk TNI Angkatan Laut.

KRI Torani-860 yang baru diresmikan pada 30 Maret 2017 di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar Batam, oleh Kepala Satuan Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi.

Kapal perang tersebut memperkuat wilayah Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) yakni di sepanjang Selat Malaka dari gangguan keamanan dan pelanggaran di laut.

KRI Torani-860 memiliki panjang seluruh 45,08 meter, lebar 7,86 meter, tinggi tengah 4,25 meter dengan kapasitas tangki bahan bakar 70.000 liter dan tangki air tawar 15.000 liter. Daya akomodasi KRI tersebut sebanyak 36 personil dan kecepatan ekonomis 15 knot, memiliki kecepatan jelajah 17 knot, dan kecepatan maksimum 24 knot.

Kepala Departemen Operasi Lettu Laut (P) Arif Wiratama. Pelita8/Rahmat Mirza

Komandan KRI Torani-860 Mayor Laut (P) Taufiq Pamungkas melalui Kepala Departemen Operasi Lettu Laut (P) Arif Wiratama mengatakan, KRI Torani-860 yang merupakan kapal patroli milik TNI AL, dipercayakan untuk memperkuat di wilayah perairan Selat Malaka, yang juga termasuk perairan Aceh, kata Lettu Arif saat sandar di Pelabuhan Asean, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Senin (23/7).

“Kawasan Selat Melaka yang sebagian berada di wilayah perairan Aceh, termasuk jalur tersibuk dan terpadat di dunia yang dilintasi oleh berbagai kapal asing antarnegara. Oleh karena itu, perlu pengawasan untuk meminimalisasi berbagai pelanggaran di laut,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah tugas yang diemban oleh kapal patroli itu di laut, antara lain terkait masalah penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, penangkapan ikan secara ilegal, perompakan. Gangguan keamanan juga menjadi ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Kepala Departemen Operasi (Kadep Ops) KRI Torani-860 Lettu Laut (P) Arif Wiratama menjelaskan fungsi utama kapal perang, Senjata Alutsista terbaru dan tujuan berpatroli di wilayah Perairan Selat Malaka kepada Jurnalis saat bersandar di Pelabuhan Asean, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Minggu (23/7/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

Selain itu, patroli KRI Torani-860 di wilayah perairan Selat Malaka dan Aceh dengan memperkuat pengawasan teritorial laut Indonesia dari berbagai ancaman, akan lebih memberikan rasa aman dan nyaman di laut untuk dilalui berbagai jenis kapal dengan tujuan masing-masing.

Arif mengatakan bukan hanya KRI Torani-860 yang melakukan patroli di laut kawasan Selat Malaka, akan tetapi sejumlah kapal TNI AL lainnya juga melakukan hal yang sama, secara bergiliran. “Dalam melakukan pengawasan dan patroli dilaut, dilakukan secara bergiliran dan bergantian antara satu kapal dengan kapal lainnya,” ujar Kadep Ops KRI Torani-860.

Ia mengatakan untuk memberikan kemampuan prima dalam melakukan pengawasan di laut, kapal ini berjenis Kapal Patroli Cepat 40 yang dilengkapi dengan senjata canggih di kelasnya, yaitu 1 x 30mm Gun Oto Melara Marlin WS, 2 x Mitraliur 12,7 mm FN Herstal yang mampu menembak sasaran dengan cepat dan akurat, serta difungsikan sepenuhnya secara elektrik.

“Persenjataan yang dimiliki oleh KRI Torani-860 mampu menjangkau objek dengan baik. Baik sasaran dipermukaan bahkan dapat digunakan sebagai serangan ke sasaran di udara, sedangkan jarak tembak efektif sampai 10 km,” kata Lettu Laut Arif.

KRI Torani-860 memiliki kemampuan untuk melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara dan pertempuran kepulauan serta melaksanakan tugas tambahan yakni melaksanakan patrol laut dalam rangka menegakkan hukum laut dan melaksanakan fungsi Search and Rescue (SAR).

Penulis : Rahmat Mirza

Comments

comments

makan jeruk