14 September 2018
redaksi pelita 8 (2814 articles)

KPw BI Lhokseumawe Lakukan Program Pengendalian Inflasi Komoditas Perikanan

KPw Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Lhokseumawe memberikan pelatihan manajemen kelembagaan kelompok dan pencatatan keuangan untuk kelompok usaha penggaraman ikan di wilayah Pusong Baro Kecamatan Banda Sakti di Gedung BI setempat, Jumat (14/9/2018).

LHOKSEUMAWE – KPw Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Lhokseumawe memberikan pelatihan manajemen kelembagaan kelompok dan pencatatan keuangan, guna mendorong kelompok usaha penggaraman ikan di wilayah Pusong Baro Kecamatan Banda Sakti, salah satu kelompok yang akan di bina oleh KPw BI Lhokseumawe adalah kelompok usaha “Marta” yang beranggotakan mayoritas kaum perempuan.

“ Hari ini kita berikan bantuan teknis berupa pelatihan manajemen kelembagaan kelompok dan pencatatan keuangan, Terkait dengan materi tersebut kita telah menghadirkan ahli untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh anggota kelompok, dimana nantinya anggota kelompok dapat menerapkan ilmu tersebut kedalam pengembangan usaha mereka” kata Kepala KPw BI Lhokseumawe, Yufrizal, Jumat (14/9).

Selain pelatihan, BI Lhokseumawe juga menyerahkan langsung bantuan berupa Ancak, kuali, timbangan, sendok goreng, saringan goreng, tempat cuci ikan, keranjang, garam dan kayu kepada kelompok “Marta” melalui Program Sosial Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan kelompok tersebut.

“program ini diharapkan kedepan kelompok ini menjadi pilot projek keberhasilan bagi kelompok usaha yang sama, di daerah Pusong Baru dan sekitarnya, sehingga berdampak terhadap ekonomi kelompok dan ekonomi keluarga “ ujar Yufrizal.

Selain kelompok “Marta” pelatihan yang sama jg diikuti oleh kelompok “Putik Geulima”, sebuah kelompok yang memproduksi produk industri kreatif, seperti mukena, jilbab dan bakal baju. Bank Indonesia juga akan mendampingi Kelompok ” Putik Geulima” yang berlokasi di Desa Batuphat Timur.

“Kedua pelatihan ini sangat penting. Pertama, sering kali terjadi jika sebuah kelompok sudah berkembang, maka terjadi perpecahan dan tidak solid lagi, sehingga akhirnya akan bubar. Kedua, jika usaha sudah berkembang, pasti akan butuh pembiayaan dari bank sehingga pencatatan keuangan sangat dibutuhkan oleh bank dalam rangka evaluasi kelayakan usaha utk keputusan pemberian kredit,” pungkas KPw BI Lhokseumawe. (*)

Comments

comments