20 November 2017
redaksi pelita 8 (3045 articles)

KPK Periksa Istri Setya Novanto

Pelita8.com@ Foto : Kompas.com

JAKARTA – Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin 20/11 pemeriksaan Deisti Astriani Tagor hari ini terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Dia akan diperiksa sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah pekan lalu. Sebelumnya Deisti sedianya diperiksa pada Jumat (10/11), hari yang sama di mana Novanto kembali diumumkan sebagai tersangka kasus e-KTP.

Deisti sebelumnya pernah mangkir dari pemeriksaan penyidik lembaga antirasuah, pada Jumat (10/11) karena alasan sakit. Ia mestinya diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Anang Sugiana Sudiharjo terkait proyek e-KTP.

Pada agenda hari ini, Deisti akan diperiksa sebagai saksi dari Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo. PT Quadra Solution merupakan salah satu penggarap proyek e-KTP.

Dalam perkara ini, sang suami, Setnov telah ditahan di Rutan Klas 1 KPK Cabang Jakarta Timur pada malam tadi. Dokter menyatakan Setnov tidak perlu lagi dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan.

Setelah dirawat selama 3 hari, dia dibawa dari RSCM Kencana dan langsung menjalani pemeriksaan registrasi di KPK, Minggu (19/11). Pada dini hari tadi, ketua DPR tersebut lalu dipindahkan ke Rutan KPK.

Novanto sebelumnya dirawat di RS Medika Permata Hijau setelah mobil yang ditumpangi menabrak tiang lampu di Jl Permata Berlian, Jakarta pada Kamis (16/11). Dia kemudian dirujuk ke RSCM Kencana untuk pemeriksaan lanjutan hingga dinyatakan memenuhi syarat penahanan.

KPK menerbitkan surat perintah penyidikan Novanto pada 31 Oktober 2017. Novanto selaku anggota DPR disangka bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait proyek pengadaan e-KTP.

Lembaga antirasuah itu menjerat Novanto dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. ia perlu beristirahat karena sakit selama 1 minggu, terhitung sejak 10 November 2017.

Sumber : Merdeka.com
Editor : MS

 

 

Comments

comments