23 Agustus 2016
redaksi pelita 8 (2894 articles)

Korupsi Pajak : Polda Aceh Sita Asset dan Milyaran Uang Mantan Bendahara Pemkab Bireun

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan (kedua kanan) didampingi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh AKBP Ridwan Usman (kiri) dan petugas lainnya memperlihatkan barang bukti tindak kejahatan korupsi pajak berupa uang tunai senilai Rp4,18 miliar dan dokumen lainnya saat gelar kasus di Polda Aceh, Banda Aceh, Selasa (23/8). Polda Aceh berhasil mengungkap kasus korupsi pajak di Kabupaten Bireun – Foto – Antara/Ampelsa/aww.16

BANDA ACEH – Setelah tertunda lebih dari lima tahun, Polda Aceh akan kembali melimpahkan kasus pencucian uang hasil pajak di Bireun tahun 2011 ke Kejaksaan Tinggi Aceh.

Sejak  26 April 2010 kepolisian telah menangani kasus ini, sampai masuk tahap penyidikan pada Januari 2011, namun gagal ketika pelimpahan berkas karena Kejati Aceh menyatakan berkasnya belum lengkap.

“ Sekarang sudah kita perbaiki dan sudah lengkap, maka kita akan limpahkan lagi kasus ini ke Kejati Aceh,” ungkap Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan dalam keterangan persnya, Selasa (23/8)

Dijelaskan, Muslim Samaun, mantan Bendara Umum Daerah telah melakukan penyimpangan dari anggaran pemotongan pajak penghasilan (PPH) dan pemungutan pertambahan nilai (PPN) yang bersumber dari pembayaran kegiatan APBD Pemkab Bireun dari tahun 2007 hingga 2010, akibat ulahnya Negara dirugikan  Rp. 27,6 milyar.

Dari tersangka penyidik Polda Aceh menyita uang senilai Rp.4.187.953.182,62 (Empat Miliyar Seratus Delapan Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Empat Juta Seratus Ribu Rupiah).

Selain uang tunai, Polda Aceh juga menyita sejumlah aset berupa empat persil tanah sawah  di Kecamatan kuta Juang,  Satu Persir tanah kebun di Kecamatan Gandapura, Bireun, dan satu pintu ruko di Harun Sguare Lhoksemawe, tanda terima pinjaman atas nama 24 orang dengan  total pinjaman senilai Rp.5.444.100.000 dan sejumlah barang bukti, berupa berkas.

Kombes Pol Goenawan menjelaskan, PPH dan PPN yang dipotong dari pembayaran gaji Pengawai Pemkab Bireun,sebanyak  Rp70.849.756.002,59. yang di setor ke kas Negara hanya Rp.43.240.591.816,00 sisanya masuk ke rekening  pribadi Muslim pada bank BPD dan Bank BNI Cabang Bireun, uang itu kemudian dipinjamkan kepada orang lain atas namanya sendiri tanpa persetujuan Bupati atau Wakil Bupati

Muslim dinyatakan telah melakukan tindak pidana pencucian uang dengan melanggar UU nomor 25 tahun 2003 tentang pencucian uang JO Pasal 64.

Penulis : Nyak Karieng
Editor  : Zulfikar Syarif

 

Comments

comments