26 Juli 2018
redaksi pelita 8 (2890 articles)

Konsultan Jepang Resmikan Bangunan Yayasan Al Mubarakah Matang Kuli

Ketua Komisi E DPRK Aceh Utara, Zubir HT mendampingi Konsultan Jepang usai meresmikan bagunan dana hibah dari Pemerintah Jepang di SMPs Sukma Al Mubarakah di Matang Kuli.

ACEH UTARA – Konsultan Jenderal (Konjen) Jepang di Medan, Takeshi Ishii meresmikan gedung SMPs Sukma Al Mubarakah Gampong Kunyet Mule, Kecamatan Matang Kuli, Rabu (25/7/2018).

Peresmian ini dilaksanakan melalui program Grant Assistance For Grassroots Human Security Projects setelah sekolah swasta tersebut mendapat dana pembangunan gedung dari Pemerintah Jepang.

Pimpinan Yayasan Al-Mubarakah, Tgk Hanafi mengatakan pihaknya berterima kepada Pemerintah Jepang atas bantuan hibah diberikan kepada Yayasan Al-Mubarakah untuk pembangunan ge­dung SMP Sukma Al-Mubarakah di Gampong Kunyet Mule, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara senilai Rp 939 juta.

Tgk Hanafi menambahkan bantuan enam unit gedung itu terdiri 5 unit ruang belajar dan 1 unit ruang guru sangat bermanfaat meningkatkan pendidikan. Sebelumnya, para siswa dulunya belajar di balai-balai.

Namun ,sekarang Alhamdulillah siswa siswi di yayasan SMPs Sukma Al-Mubarakah dapat belajar dengan baiknya, sekali lagi pihaknya mengucapkan kepada pemerintah Jepang.

Tgk Hanafi menjelaskan untuk mendapatkan program hibah itu, kita lebih dulu menyiapkan proposal pengajuan, setelah dilakukan proses seleksi dengan ketak, akhirnya pihak Yayasan SMPs Sukma Al Mubarakah mendapat bantuan tersebut.

Ditahun ajaran 2017-2018 jumlah siswa/siswi untuk sekolah tingkat SMP dan SMA sudah mencapai 446, semnatar untuk santri-santri yang belajar ngaji sudah mencabai 500 orang.

Sedangkan, Anggota Komisi E DPRK Aceh Utara, Zubir HT mengharapkan kepada Konjen Jepang agar dapat membantu hal serupa kepada sekolah-sekolah lain baik swasta atau negeri yang ada di Aceh Utara, maupun investasi lainnya.

Menurut, Zubir bantuan hibah dari pemerintah Jepang sangat mendukung dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Aceh Utara. Lanjutnya, berdasarkan informasi diterima terdapat dua banguan sekolah bantuan dari pemerintah Jepang, yakni Yayasan SMPs Sukma Al-Mubarakah dan MTSs Peto Lhoksukon.

“Kami memahami distribusi hibah bantuan dari Pemerintah Jepang untuk mengupayakan terwujudnya pembangunan masing-masing negara sahabat. Bantuan yang diberikan berbentuk seperti bantuan aliran dana, teknologi, dan bantuan darurat korban bencana alam,” Jelasnya.

Selain itu, pemerintah Jepang memiliki bantuan hibah NGO Jepang untuk proyek kerja sama pembangunan sosial dan ekonomi tingkat grassroots, meskipun pendanaanya sangat terbantas dan seleksinya sangat ketat.

Zubir menambahkan di Aceh Utara terdapat lebih dari 230 sekolah tingkat pertama yang terdiri dari 130 Sekolah negeri dan 97 sekolah Swasta yang sangat memerlukan peningkatan
sarana dan prasarana.

“Melalui kepemimpinan Muhammad Taib atau Cek Mad sebagai Bupati Aceh Utara setiap tahunnya mengalokasikan dana untuk bidang pendidikan sangat maksimal,” Jelasnya.

Namun, tentunya masih banyak kekurangan yang memerlukan kerja sama semua pihak termasuk pihak asing dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan menginggat luasnya daerah dan sekolah-sekolah di pelosok Aceh Utara.

“Saya secara pribadi mengapreasiskan Rancangan Program Jangak Menegah (RPJM) Bupati Aceh Utara Periode 2017-2022 yang memperioritaskan pendidikan dan bidang keagamaan”,tambahnya

Kami harap cita-cita Bupati Aceh Utara yang tertuang dalam visi dan misinya , yaitu terwujud masyarakat Aceh Utara yang berbudaya, sejahtera, mandiri dan Islami dapat teralisasi dengan dukungan dari masyarakat dan pihak lainnya.

Penulis : Mulyadi
Editor  : Khaidir MG

Comments

comments