1 September 2019
redaksi pelita 8 (3292 articles)

Kisah Pilu Nek Jamilah, Hidup Sebatang Kara Digubuk Derita

Aceh Utara- RUMAH itu terlihat kusam, dinding tepah dan atap rumbia sudah dimakan usia. Banyak lubang besar yang sudah menganga. Dari lubang-lubang itu, siang hari, cahaya matahari menyilaukan seisi rumah.

Tak ada satu kamar pun dalam rumah berukuran sempit itu. Di dalam hanya tampak seperti kapal pecah. Rumah itu ditopang kayu-kayu tua agar tidak roboh diterpa angin.

Rumah itu terletak di Dusun Beuringen Selatan, Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Mulia.  Rumah itu milik wanita bertubuh ringkih bernama Jamilah yang kini berusia 88 tahun. Hidupnya nyaris serba keterbatasan.

Kala mahasiswa KKN Unimal Kelompok 19 menyambangi rumah Nek Jamilah, sapaan akrabnya. Rumah itu jauh dari kata layak sebagai hunian. Rumah itu layak diberi nama gubuk derita.

Nek Jamilah bercerita, selama ini dirinya hidup sebatang kara tanpa anak dan cucu. Walau ada seorang lagi anaknya, namun dia tidak mau menghiraukan karena kondisi ibunya serba tidak cukup.

“Dari kebutuhan makanan saja tidak cukup, dalam sehari kadang-kadang hanya 2 kali makan, kadang hanya sekali sehari. Kadangkala harus terpaksa mengamen untuk mencari uang atau meminta-minta ke warga setempat,” kata Jamilah kepada para mahasiswa.

“Saya hanya bisa berharap, adanya perhatian dari pemerintah setempat, selama ini saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk membantu saya baik dari segi kebutuhan pangan, ekonomi maupun tempat tinggal,” keluh Jamilah.

Sementara mahasiswa KKN yang mengunjungi Nenek Jamilah berharap agar ada yang bisa membantu meringakan nasibnya. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, seharusnya hidup dalam berkecukupan namun berbanding terbalik bagi Nenek Jamilah.

“Kami sangat sedih melihat kondisi Nenek Jamilah saat ini. Seandainya kami mampu, akan kami bantu semampu kami. Kami hanya bisa berdoa dan berharap kepada Allah, semoga Nenek Jamilah dilindungi dari mara bahaya yang menimpa,” kata ketua kelompok 19, Iqbal Fauzi Pakpahan, Minggu (1/9/2019).

Fauzi menilai Pemkab Aceh Utara yang setiap tahun mengalokasikan dana melalui dinas terkait dan Baitul Mal untuk pembangunan rumah dhuafa. Sayangnya program tersebut masih belum menyentuh masyarakat ke pedalaman seperti, halnya Nenek Jamilah.

“Miris. Semoga Pemerintah Aceh Utara segera turun tangan,” harap Fauzi.

Comments

comments

makan jeruk